Material Terbaik untuk Masker Kain

Kompas.com - 20/05/2020, 09:10 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Penggunaan masker diwajibkan saat kita berkegiatan di luar ruang untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, hingga saat ini belum ada standar khusus untuk masker kain.

Droplet atau tetesan air yang keluar ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin, memiliki beragam ukuran. Namun, yang paling kecil, disebut dengan aerosol, dapat dengan mudah melewati celah antara serat-serat kain.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah masker kain dapat mencegah penyebaran penyakit.

Peneliti Supratik Guha dari Universitas Chicago melakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan kain yang biasa atau pun dikombinasikan, untuk menyaring aerosol dalam ukuran yang sama dengan droplet pernapasan.

Di laboratorium, mereka menguji kemampuan aerosol menembus beberapa bahan kain.

Hasilnya, kombinasi antara bahan katun dengan serat sutra alami atau chiffon cukup efektif menyaring partikel aerosol. Kemampuannya menahan aerosol mencapai 80-90 persen, mendekati masker N95.

Mengganti bahan chiffon dengan flannel atau hanya menggunakan bahan katun sintetis juga direkomendasikan.

Bahan tenunan yang ketat seperti katun dapat berfungsi sebagai penahan mekanik partikel, sementara bahan kain yang menahan statis seperti beberapa jenis chiffon dan sutra alami, akan menjadi penahan elektrostatis.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X