Seorang Perawat Viral karena Hanya Memakai Pakaian Dalam di Balik APD

Kompas.com - 21/05/2020, 23:51 WIB
Ilustrasi perawat. ShutterstockIlustrasi perawat.

KOMPAS.com - Seorang perawat di Rusia mendadak menjadi viral.

Perawat itu diskors oleh rumah sakit tempat ia bekerja di Tula, 160 km sebelah selatan Moskow, usai menangani pasien virus corona berjenis kelamin laki-laki dengan memakai pakaian dalam di balik alat pelindung diri ( APD) yang transparan.

Staf yang tidak dikenal mengatakan kepada manajernya di Tula Regional Clinical Hospital, bahwa perawat tersebut "terlalu seksi" dengan apa yang dipakainya di balik APD yang melindunginya dari paparan Covid-19.

Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh media lokal, surat kabar Tula Pressa.

Baca juga: Saat Seorang Perawat Bunuh Diri karena Terinfeksi Virus Corona

Walau tidak ada laporan keluhan dari pasiennya, kepala rumah sakit Tula Regional Clinical Hospital memberikan sanksi kepada perawat yang berbusana minim itu, karena tidak mematuhi persyaratan untuk pakaian medis.

Sang perawat mengklaim, dia tidak menyadari pakaian dalamnya terlihat melalui alat pelindung diri (APD).

Namun, kementrian kesehatan regional mengonfirmasi, "sanksi disipliner diterapkan pada perawat departemen penyakit menular yang melanggar persyaratan seragam," demikian menurut laporan The Sun.

Mereka tidak menguraikan apa tepatnya tindakan disipliner itu.

Administrasi rumah sakit awalnya mengklaim, wanita berusia 20-an itu mengenakan pakaian dalam, namun kemudian mengklarifikasi dua potong kain itu mungkin adalah pakaian renang.

Baca juga: Inikah Perawat Pria Paling Seksi di Dunia?

Wanita ini belum membuat pernyataan publik tentang insiden tersebut. Namun, para pembaca Tula Pressa memberikan berbagai komentar.

"Setidaknya seseorang memiliki selera humor dalam kenyataan yang suram ini," kata Sergey Ratnikov.

Marina Astakhova menambahkan, "Bagus sekali, ia membangkitkan suasana hati para pasien."

Valery Kapnin bertanya, "Mengapa menghukum perawat? Anda harus menghadiahinya. Melihat pakaian ini, tidak ada yang mau mati."

Pada hari Rabu (20/05/2020), ada sekitar 309.000 kasus Covid-19 yang dilaporkan di Rusia, dan hampir 3.000 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Tak Diduga, Ayah dan Anak Dirawat Perawat yang Sama Berselang 34 Tahun



Sumber NYPost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X