Kompas.com - 10/06/2020, 22:31 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Sementara hampir semua orang berusaha menjaga kesehatan karena pandemi virus corona, di sisi lain banyak wanita juga harus berusaha menjaga kesehatan payudara mereka.

BreastCancer.org melaporkan bahwa sekitar 325.010 kasus baru diperkirakan akan didiagnosis pada tahun ini.

Dari jumlah tersebut, 276.480 diperkirakan merupakan kasus invasif. Sementara itu, 42.170 wanita diperkirakan meninggal karena kanker payudara tahun ini.

Meskipun faktor genetik memainkan peran besar dalam risiko kanker payudara, ada faktor gaya hidup yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini juga.

Baca juga: Payudara hingga Bokong, Bagian Tubuh yang Diasuransikan para Pesohor

Penelitian telah menemukan bahwa racun dari deodoran, vitamin yang tidak mencukupi (terutama vitamin D), masalah hormon, dan masalah kesehatan lainnya dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Untuk meningkatkan kesehatan payudara, ada empat tips yang bisa dilakukan:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Mengonsumsi makanan sehat

Sebuah studi telah menemukan, bahwa bahan kimia seperti paraben dan aluminium dalam makanan olahan sangat berdampak pada risiko kanker payudara.

Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan segar dan menghindari makanan olahan.

Penting untuk lebih sering mengonsumsi makanan yang dimasak di rumah ketimbang makan makanan cepat saji dan makanan ringan.

2. Memenuhi kebutuhan vitamin

Untuk menjaga kesehatan payudara, penting emmenuhi kebutuhan vitamin. Jika diperlukan, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang baik untuk payudara. Yang paling direkomendasikan untuk kesehatan payudara adalah suplemen vitamin D.

Selanjutnya adalah suplemen omega-3. Keduanya ditemukan dapat menurunkan risiko kanker payudara, serta kondisi tertentu seperti peradangan.

Baca juga: Haid Pertama Terlalu Dini, Lebih Berisiko Kanker Payudara

 

3. Memakai bra dengan ukuran yang tepat

Para ahli seperti Michael Schachter, MD, mengatakan bahwa memakai bra yang salah adalah faktor risiko lain, karena bra yang ketat dapat menghambat aliran cairan getah bening yang mengalir ke kelenjar getah bening ketiak.

Ketika ada penyumbatan pada drainase limfatik, bahan kimia beracun bisa terjebak di payudara dan kemudian menyebabkan kanker payudara.

4. Periksa payudara rutin

Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya, penting untuk belajar dan berlatih melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) sebagai pemeriksaan rutin.

Jika kamu menemukan benjolan, segeralah berkonsultasi pada dokter. Mendapatkan pemeriksaan diagnostik seperti mammogram juga disarankan untuk mengetahui kesehatan payudara.

Baca juga: Awas, Payudara Kendur karena Terlalu Sering Tak Pakai Bra

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.