Kompas.com - 19/06/2020, 10:02 WIB
Dua pemilik Kreuz, Yudi Yudiantara dan Jujun Junaedi. KOMPAS.com/RENI SUSANTIDua pemilik Kreuz, Yudi Yudiantara dan Jujun Junaedi.

Pasar yang dibidik pun berbeda. Orang yang memiliki uang tentu akan tetap mengincar Brompton.

"Orang yang tidak memiliki banyak uang tetapi ingin sepeda berkualitas seperti Brompton, bisa membeli Kreuz," sebut dia.

“Awalnya, kami pasarkan Kreuz ini di Facebook. Nih, kami punya 10, silakan siapa yang mau."

"Dalam satu jam barang habis, tapi ternyata penjualan seperti itu capek. Jadi kami pakai sistem inden saja sekarang,” ucap dia lagi.

Arti Kreuz

Kreuz berasal dari bahasa Jerman yang berarti melintas. Bagi keduanya, kata ini berarti melintasi zona nyaman.

Seperti Yudi yang lama bergerak di bidang kain lukis melintasi zona nyamannya dengan membuat produk bernama Kreuz.

Pemilik Kreuz lainnya, Jujun, menambahkan, dalam bahasa Sunda, Kreuz diambil dari kata kareueus yang berarti kebanggaan.

Kreuz juga singkatan dari Kreasi Orang Sunda. Ia berharap Kreuz makin diapresiasi masyarakat Indonesia dan dunia.

Ke depan, keduanya sudah menyiapkan beberapa strategi bisnis dan produk baru.

"Intinya, tahun depan saatnya Kreuz berlari. Semoga tak ada lagi persoalan teknis yang mengganjal," tandas Jujun.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle) on Jun 18, 2020 at 11:36pm PDT

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X