Kompas.com - 26/06/2020, 19:51 WIB
Ilustrasi anak dan orangtua. ShutterstockIlustrasi anak dan orangtua.

KOMPAS.com - Bermain bukan sekadar aktivitas bersenang-senang bagi anak, tapi juga bermanfaat untuk perkembangan anak, baik dari aspek fisik dan kognitif, serta perkembangan bahasa.

Melalui bermain, anak-anak belajar banyak pengetahuan dan keterampilan.

Namun terkadang, orangtua membuat acara bermain menjadi lebih rumit, karena terjebak dengan pemikiran bahwa permainan harus berisi ilmu tertentu, agar anak mendapatkan pengalaman belajar.

Baca juga: Bermain bagi Anak di Rumah pada Masa Pandemi Covid-19

Menurut Jaclyn Smith, asisten manajer kurikulum di Learning Vision, Singapura, dengan melakukan hal itu bisa jadi orangtu justru lupa sifat permainan sebenarnya, yaitu naluri untuk mengeksplorasi .

Selain itu, acara bermain juga jadi tak menyenangkan. Bukan hanya untuk anak, ini juga membuat orangtua cenderung malas bermain bersama anak.

Jaclyn menyarankan tiga hal yang perlu dilakukan para orangtua untuk memaksimalkan waktu bermain bersama anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, pahami bahwa permainan harus meluangkan waktu untuk aktivitas main-main dan berimajinasi.

Kedua, ketahuilah bahwa permainan adalah anugerah alam bagi seorang anak; suatu kemampuan yang datang secara alami. Yang perlu dilakukan orangtua adalah mengamati dan mendengarkan kapan dan bagaimana anak-anak bermain.

Setelah orangtua menguasai bagaimana menikmati kebersamaan dengan anak saat bermain, selanjutnya yang perlu dilakukan orangtua adalah merespons dengan sesuai dan menikmati permainan tanpa sibuk memberi penilaian.

Anak-anak adalah guru alami yang memainkan peran ini secara tidak sadar. Saat bermain, mereka sering mengajari bagaimana cara melibatkan mereka dan membantu orangtua memperluas pengalaman itu, dengan syarat orangtua bersedia merendahkan diri untuk masuk ke dunia mereka.

Baca juga: Demi Kesehatan Mental, Anak Perlu Bermain Bersama Teman-temannya

 

Selain itu, Jaclyn mengingatkan tiga hal penting dalam permainan:

Partisipasi: Penting untuk memanfaatkan peluang dalam situasi sehari-hari untuk memulai dan berpartisipasi dalam permainan anak.

Interaksi: Terlibat bermain bersama. Penting untuk tidak membajak kesenangan pengalaman bermain anak dengan terlalu sibuk ‘mengajarkan’, seperti terlalu banyak bertanya atau terlalu mengatur apa yang harus dilakukan anak saat bermain.

Terlibat: Ini bisa dalam berbagai bentuk, seperti mengamati, mendengarkan, dan merespons. Anak-anak akan menyadari apakah orangtuanya tertarik atau memerhatikan permainan mereka, bahkan jika mereka tidak belum bisa bicara dengan lancar.

Selamat bermain dengan anak tersayang!

Baca juga: Bermain Puzzle Bantu Meredakan Stres hingga Melatih Fokus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.