Bermain Puzzle Bantu Meredakan Stres hingga Melatih Fokus

Kompas.com - 23/04/2020, 15:51 WIB
Bermain puzzle ShutterstockBermain puzzle

 

KOMPAS.com - Menyusun puzzle untuk mengisi waktu selama pandemi virus corona merupakan ide yang brilian.

Ternyata, selama masa karantina dan kecenderungan stres tinggi, menyusun puzzle telah menjadi kegiatan yang sangat populer.

Mengingat relevansinya saat ini, Dr. Michelle McCoy Barrett, seorang psikolog klinis berlisensi dan suplemen manajemen stres R3SET, anggota Dewan Penasihat Ilmiah mengatakan bahwa menyusun puzzle benar-benar dianggap sebagai proyek meditasi.

Baca juga: Selain Teka-teki Silang, Ini Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Otak

"Teka-teki lebih dari sekadar cara untuk menghabiskan waktu. Khususnya selama periode stres tinggi, fokus merampungkan puzzle bisa menjadi latihan untuk meditasi dengan memusatkan perhatian,” ujar kata Dr. Barrett.

“Merilekskan pikiran dan tubuh, dapat mengurangi stres. Bahkan memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah,” imbuh Barret.

McCoy Barrett melanjutkan dengan merujuk kata-kata guru meditasi dan penulis Lodro Rinzler - "mindfulness adalah tipe di mana kita membawa pikiran sepenuhnya ke suatu objek."

Dengan puzzle, Dr. Barrett mencatat bahwa kamu berada di saat ini dan fokus pada tugas, tetapi tugas khusus ini juga menyerahkan rasa kontrol.

"Selama masa-masa yang tidak pasti dan penuh tekanan, hal-hal yang memberi rasa fokus sekecil apapun, dapat memiliki efek menenangkan pada pikiran," katanya.

Baca juga: Yang Terjadi pada Otak Ibu Saat Pertama Melihat Senyum Bayinya

Tetapi puzzle bukan satu-satunya hiburan yang dapat membantu memperoleh perhatian untuk fokus pada suatu hal.

McCoy Barrett mengatakan, ada aktivitas lain yang akan membuat kamu fokus, antara lain, merajut, buku mewarnai dewasa, melukis dengan angka, memainkan alat musik, atau hanya berjalan dengan perhatian penuh di alam terbuka.

"Ciri-ciri dari aktivitas ini adalah time lapse (misalnya membuat kita sedikit lupa waktu), pikiran yang tenang, dan kurangnya pikiran yang mengganggu," katanya.

"Ini semua tentang prosesnya, bukan apakah kamu menganggap dirimu sebagai orang yang menyukai permainan atau bahkan sangat artistik,” katanya.

Hanya mencoba untuk menemukan kegiatan mendalam yang membutuhkan fokus, perhatian, dan perilaku intens yang mengarah pada beberapa bentuk penyelesaian, tidak peduli seberapa sepele kegiatan yang kamu pilih.

“Terlibat dalam kegiatan ini akan memungkinkan pikiran dan tubuh menjadi rileks dan membantu melawan stres,” ujarnya.

Baca juga: Cara Mudah Jaga Kesehatan Otak Tanpa Konsumsi Suplemen



Sumber Popsugar
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X