Masih Enggan Pakai Masker? Lihat Percobaan Ini!

Kompas.com - 01/07/2020, 10:29 WIB
Pengunjung mengenakan masker saat mendatangi taman hiburan Disneyland, Shanghai, China, yang baru dibuka kembali, Senin (11/5/2020). Shanghai Disneyland resmi kembali dibuka setelah ditutup selama 4 bulan akibat pandemi virus corona. AFP/HECTOR RETAMALPengunjung mengenakan masker saat mendatangi taman hiburan Disneyland, Shanghai, China, yang baru dibuka kembali, Senin (11/5/2020). Shanghai Disneyland resmi kembali dibuka setelah ditutup selama 4 bulan akibat pandemi virus corona.

KOMPAS.com - Dalam menghadapi pandemi Covid-19, WHO telah meminta masyarakat untuk melakukan langkah preventif yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sayangnya, tak semua masyarakat mengindahkan peringatan ini dan tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Hal ini tidak terjadi di Indonesia saja, warga Amerika, khususnya mereka yang berpandangan konservatif, begitu terobsesi pada kebebasan sehingga cenderung tidak mau diatur.

Ribuan orang Amerikamengabaikan langkah sosial dan menolak memakai alat pelindung diri (APD) seperti masker wajah atau sarung tangan karet.

Alasannya, karena mereka tidak menyukai ketidaknyamanan dan karena hal itu dianggap hak setiap orang untuk memilih memakai masker atau tidak.

Akibatnya Amerika membayarnya dengan kenaikan jumlah warga yang terinfeksi virus corona yakni hingga lebih dari 2,5 juta kasus di AS saja.

Memakai masker memang membuat kita merasa tidak nyaman. Namun untungnya beberapa orang mau mengorbankan rasa tidak nyamannya itu demi menjaga kesehatan bersama.

Baca juga: Mengapa Masih Ada Orang Enggan Memakai Masker Selama Pandemi Covid-19?

Tapi, buat kamu yang masih suka ngeyel dan enggan memakai masker, seorang ilmuwan Amerika baru-baru ini berbagi eksperimen yang membuktikan betapa bergunanya APD dalam mencegah penyebaran penyakit, dan mengapa masih sangat penting untuk memakai masker.

Rich Davis, seorang ahli mikrobiologi dari negara bagian Washington, membagikan 'demo sederhana' ini untuk menunjukkan seberapa efektif masker dalam menghentikan tetesan pernapasan.

Ketika kamu batuk, bersin, atau bahkan berbicara, pada dasarnya kamu sudah menyebarkan bakteri atau virus ke udara. Itulah mengapa sangat penting untuk menutup mulut saat bersin, karena jika tidak, maka kamu telah menembakkan kuman ke udara.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber DMarge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X