Dugaan Pelanggaran Privasi Anak, TikTok Diblokir di India

Kompas.com - 01/07/2020, 11:14 WIB
Aplikasi TikTok IstAplikasi TikTok

KOMPAS.com - Platform video berdurasi pendek asal China, TikTok, kembali membuat kontroversi. Pemerintah Amerika Serikat menganggap TikTok sebagai risiko keamanan dan kini induk perusahaannya, Bytedance, telah dituntut di India atas dugaan pelanggaran privasi anak.

Pemerintah India mengklaim pemblokiran TikTok itu untuk melindungi privasi dan keamanan warganya.

Selain TikTok, India juga memblokir 58 aplikasi yang berbasis di China dalam upaya membangun kembali pertahanan, keamanan, kedaulatan, dan integritas India.

"Ada seruan yang kuat untuk mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi yang merusak kedaulatan India serta privasi warga negara kami," demikian keterangan Kementrian Elektronik dan Teknologi Informasi India dalam pernyataan resmi.

Dengan lebih dari 2 miliar unduhan, TikTok sejauh ini berhasil memerangi ancaman legislatif, namun apa yang terjadi di India adalah jenis tantangan yang berbeda.

Hal ini menjadi pukulan telak bagi TikTok. Sebab, India merupakan salah satu pasar dengan jumlah pengguna TikTok yang besar.

Seperti dilaporkan TechCrunch, hampir setengah dari 1,3 miliar populasi di India aktif di dunia maya, dan pemblokiran itu akan memengaruhi satu dari tiga pengguna smartphone di India.

Baca juga: Diblokir India karena Dituduh Sebar Data Pengguna ke China, TikTok Buka Suara

Ketentuan India untuk pemblokiran belum sepenuhnya diklarifikasi dan Google Play Store serta Apple Store masih menawarkan 59 aplikasi yang bisa diunduh di negara tersebut.

TechCrunch melaporkan, Google belum menerima permintaan pemblokiran dari Kementrian Elektronik dan Teknologi Informasi India yang berbasis di New Delhi, sementara Apple disebut sedang melakukan peninjauan.

Saat TikTok diblokir selama satu minggu di India, ByteDance melaporkan perusahaan kehilangan lebih dari 500.000 dollar AS (sekitar Rp 7,2 miliar) per hari di negara itu.

Hubungan antara India dan China saat ini sangat tegang setelah konflik yang terjadi di wilayah Ladakh, dan larangan tersebut justru memperkeruh situasi.

Daftar lengkap aplikasi China yang dilarang bahkan meluas ke UC Browser dan UC News milik Alibaba Group, serta aplikasi media sosial Weibo.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Hypebeast
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X