Kompas.com - 21/07/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Tanda-tanda kelelahan dan kurang tidur termasuk gelisah, menggosok-gosok mata dan menguap.

Apa yang harus dilakukan?

Tergantung pada jam berapa hari itu, ajak si kecil untuk tidur siang sehingga ia bangun dengan santai dan tenang.

Perbaiki waktu untuk tidur siang dan juga ikuti rutinitas tetap untuk waktu tidurnya.

7. Lapar dan marah

Kelaparan mungkin menjadi penyebab semua teriakan dan teriakan, jika balita baru saja bangun atau belum makan selama lebih dari tiga jam.

Kebanyakan balita merasa sulit untuk berkomunikasi bahwa mereka lapar, sehingga mereka menunjukkan kemarahan dalam bentuk menjerit.

Baca juga: Jaga Kebersihan agar Balita Tak Mudah Sakit

Apa yang harus dilakukan?

Cobalah tawarkan beberapa makanan ringan yang ia disukai. Siapkan stok beberapa makanan kecil favoritnya di lemari.

Kapan harus ke dokter?

Jika berurusan dengan balita yang menangis tersedu-sedu yang tidak berhenti bahkan setelah dihibur, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Sering kali itu bisa menjadi masalah yang berhubungan dengan kesehatan seperti infeksi perut atau cedera yang mungkin terjadi saat orangtua tidak ada, dan tidak mengetahuinya.

Ketika anak menjerit atau menangis terus menerus, cobalah untuk menemukan penyebabnya, menghiburnya, dan beri dia waktu untuk tenang.

Halaman:


Sumber Asia One
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X