Normalkah Fetish terhadap Kain Jarik?

Kompas.com - 31/07/2020, 11:28 WIB
Tangkapan layar soal thread Fetish Kain Jarik yang viral di Twitter TwitterTangkapan layar soal thread Fetish Kain Jarik yang viral di Twitter

“Tergantung dengan pengalaman mereka saat kecil, saat tumbuh besar, bagaimana dia mengeksplore seksualitasnya. Sehingga orang memiliki fetish yang berbeda-beda,” ungkap Andreas.

Normal asal tidak ada paksaan

Tentang kasus fetish Gilang pada kain jarik yang saat ini sedang viral dibicarakan, menurut Andreas, fetish adalah sesuatu yang normal jika dilakukan dengan persetujuan.

“Dalam kasus ini yang masalah lebih dari sekadar cuma apa yang dilakukan, tetapi tidak adanya kesetujuan antara dua belah pihak,” ujarnya.

“Yang satu kayak memaksakan, yang satu kayak sudah enggan, kesannya kayak di-pressure, dipaksa untuk melakukan itu,” ujarnya.

Baca juga: Viral Unggahan Fetish Kain Jarik, Unair Dorong Korban Melapor

Psikiater di Eka Hospital Bekasi ini menambahkan bahwa fetish umumnya tidak menjadi masalah, asalkan tidak merugikan orang lain.

“Dari cerita-cerita yang lainnya, yang mendapatkan perilaku yang sama, mereka itu kayak dipaksa, padahal mereka enggak mau. Itulah yang bisa dibilang enggak sehatnya,” kata Andreas.

Sedangkan dalam kasus Gilang ini, apa yang ia lakukan jelas sudah merugikan orang lain yang ia jadikan sebagai subyek fetish tanpa persetujuan.

“Kalau dalam istilah kesehatan mental ya, dia tidak menimbulkan penderitaan dan tidak menimbulkan gangguan fungsi,” katanya.

Menurut dia, kasus ini masih sulit disebut sebagai pelecehan.

“Ini kalau mau masuk ke pelecehan susah juga ya, masuknya tersirat, tidak tertulis. Jadi kalau dilihat lho, mana pelecehan seksualnya, tidak ada, karena itu hanya di pikiran,” ujarnya.

Baca juga: Ramai Gilang Bungkus, Sebenarnya Apa Itu Fetish?

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X