Kompas.com - 07/09/2020, 12:25 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

Kuncinya adalah fokus mencoba hal-hal baru, alih-alih mengusahakan strategi lama yang sudah tidak lagi berfungsi.

"Daripada fokus dengan apa yang hilang, lebih baik berpikir tentang kesempatan untuk berevolusi," ungkapnya.

Baca juga: 10 Manfaat Meditasi untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

9. Menuliskan emosi

Banyak orang memiliki perasaan stres, sedih dan frustrasi yang sama, saat ini. Maka, kamu bisa mencari teman yang memiliki perasaan sama untuk membicarakannya bersama.

Dr. Albers juga merekomendasikan untuk menuliskan emosi yang dirasakan dalam sebuah jurnal.

"Emosi kita naik-turun di masa pandemi seperti saat ini. Menuliskan perasaan tersebut dalam sebuah jurnal bisa membantu kita untuk lebih lepas dan melihat semuanya dari kacamata yang lebih besar," ucap Dr. Albers.

Baca juga: Menulis Jurnal Harian Sebagai Terapi Emosi

10. Cari bantuan

Kehidupan di masa pandemi bisa sangat sulit bagi sebagian orang, maka wajar jika kita memiliki hari-hari baik dan hari-hari buruk.

Namun, jika kamu merasakan sangat terbebani dengan kondisi, mungkin ada baiknya jika mencari bantuan profesional kesehatan untuk membantumu mengatasi masalah yang dihadapi.

"Ini adalah masa yang sulit. Jika kamu merasakan tanda-tanda depresi, profesional kesehatan mental bisa menawarkan dukungan dan bantuan," kata dia.

Baca juga: Stres karena Kesepian di Masa Pandemi, Harus Bagaimana?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X