5 Lokasi Paling Berisiko Jadi Sumber Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 23/09/2020, 18:27 WIB
Sejumlah pedagang di Pasar Mardika Ambon tidak lagi mengenakan masker saat beraktifitas di pasar yang telah ditetapkan sebagai lokasi protokol Covid-19 tersebut, Jumat (21/8/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSejumlah pedagang di Pasar Mardika Ambon tidak lagi mengenakan masker saat beraktifitas di pasar yang telah ditetapkan sebagai lokasi protokol Covid-19 tersebut, Jumat (21/8/2020)

2. Bar dan tempat nongkrong

Tak hanya bar, tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkumpul banyak orang dan cenderung membuat kita tidak mematuhi protokol kesehatan, sebaiknya dihindari.

Pada umumnya, anak-anak muda berkumpul di tempat seperti bar, cafe, atau tempat nongkrong, kemudian bercengkrama dengan teman-temannya tanpa mengenakan masker dengan tepat.

"Kamu perlu sangat berhati-hati dengan tempat-tempat seperti bar, tempat yang sangat berisiko menyebarkan infeksi. Tidak ada keraguan akan hal itu," kata Fauci.

Fauci juga mengingatkan agar kita lebih memerhatikan apakah di daerah sekitar kita termasuk dalam zona merah atau punya angka kasus penyebaran dalam komunitas yang tinggi.

Baca juga: Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

3. Restoran

Sebanyak 40,9 persen pasien dengan hasil positif Covid-19 di Amerika pernah makan di luar dua minggu sebelumnya, hanya 27,7 persen yang dites negatif mengaku pernah ke makan di restoran sebelumnya.

Fauci menjelaskan, restoran biasanya memiliki ruangan tertutup, di mana risiko infeksi komunitas cukup tinggi. Apalagi, kebanyakan orang tidak mengenakan masker ketika makan di restoran.

4. Perkumpulan agama

Laporan CDC yang dirujuk Fauci mencatat perbedaan mencolok antara orang yang pergi ke gereja atau pertemuan keagamaan lain dan mendapatkan hasil tes positif, yakni 7,8 persen, dan orang yang dites negatif, yakni 5 persen.

Jika kamu memang harus hadir di tempat ibadah, usahakan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Baca juga: PSBB Transisi Dicabut, Pemprov DKI Hanya Izinkan Operasional Tempat Ibadah di Permukiman Penduduk

5. Pasar tradisional

Di berbagai daerah di Indonesia, pasar tradisional menjadi salah satu klaster penularan Covid-19. Bahkan beberapa pasar terpaksa ditutup sementara sehingga aktivitas perdagangan berhenti.

Protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, wajib diterapkan pengelola pasar, pedagang, dan pembeli. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 yang dapat menular lewat droplet dan sentuhan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X