Kompas.com - 28/09/2020, 14:14 WIB

Zakhary mengatakan, beberapa pasiennya merasa lebih sulit untuk mencabut kuku jika mereka memiliki kuku akrilik atau manikur gel.

Selain itu, kamu juga bisa menyibukkan tangan saat keinginan memencet datang.

3. Meminta bantuan

Memencet jerawat memang dilakukan banyak orang, namun kebiasaan mengelupasi kulit ternyata bisa menjadi gejala gangguan mental.

Zakhary mendefinisikannya sebagau gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan dan kerusakan.

Baca juga: Bahaya Kesehatan di Balik Kebiasaan Menggigit Kuku

Jika kamu bisa berhenti melakukannya dengan usaha sendiri, maka itu hanya sekadar kebiasaan normal. Tetapi, ada beberapa orang yang memerlukan bantuan profesional untuk berhenti.

Sebab, gangguan pengelupasan kulit dapat diobati dengan terapi perilaku kognitif dan pengobatan jika perlu.

Namun, menurut Zakhary, kurang dari 20 persen orang yang akan benar-benar mencari segala jenis perawatan untuk mengehentikan kebiasaan yang mereka alami.

"Itu karena kebanyakan orang tidak tahu bahwa pengelupasan kulit adalah suatu gangguan yang bisa ditolong atau dirawat. Dan juga, banyak orang yang malu mengakuinya," kata dia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.