Harimau Bali, Graffiti, dan Batik Indonesia di Sepatu ASICS

Kompas.com - 02/10/2020, 21:24 WIB
ASICS Gel Lyte III karya Eka Mardys asicsASICS Gel Lyte III karya Eka Mardys
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tahun ini, ASICS Sportstyle memperingati 30 tahun hadirnya salah satu sepatu buatannya yaitu Gel-Lyte III. Peringatan ini menjadi istimewa karena brand asal Jepang itu menandainya lewat kolaborasi kreatif bersama 30 seniman di wilayah Asia Tenggara.

Pertama kali dirilis tahun 1990, siluet ini merupakan peninggalan desainer legendaris Shigeyuki Mitsui yang ketika itu berada di tahun terakhirnya bersama ASICS.

Untuk merayakan 30 tahun desain Mitsui tersebut, ASICS meminta 30 seniman di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam untuk menorehkan karya mereka pada sepatu Gel-Lyte III sesuai gaya masing-masing.

Untuk Indonesia, ASICS menggandeng seniman tato Eka Mardys dan penggemar sneaker Isser W. James, serta seniman graffiti dan illustrator Fivust.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Tahun ini, ASICS merayakan ulang tahun ke-30 GEL-LYTE III dengan berkolaborasi bersama 30 insan kreatif se-Asia Tengara untuk berkreasi di sepasang “kanvas” sepatu polos secara artistik sesuai dengan iterasi versi masing-masing. Ini adalah kolaborasi gw bersama ASICS dan seniman @ekamardiys, custom design dari GEL-LYTE III yang ikonik. Konsep ini terinspirasi dari Panthera Tigris Balica, harimau Bali yang telah punah. Walaupun sudah punah, semangatnya tetap menginspirasi para pemuda-pemudi di Pulau Dewata.. Desain tersebut dipadukan dengan ornamen yang terinspirasi dari ukiran Bali (Patra Bali) dengan warna Prada khas Bali. Ornamen Pepatraan adalah ornamen yang ide atau konsepnya diambil dari tanaman yang merambat, seperti: tanaman labu, pare, timun, dan tanaman merambat liar, yang biasanya menumpang pada pohon-pohon besar sebagai pagar rumah. Tanaman ini oleh senimannya dirubah/dideformasi/distilir menjadi sebuah karya seni berupa pengulangan, baik secara melingkar/lurus dikenal dengan nama pepatran. Tujuan pepatran ini adalah untuk menghias rumah pribadi/adat/tempat suci yang khusus berkembang di Bali. ???? : @jamz_esphotoworks @asics_sportstyle_id #ASICSSPORTSTYLEID #GELLYTEIII

A post shared by Isser James (@isser.whitey.james) on Sep 29, 2020 at 10:37pm PDT

Eka Mardys yang karyanya banyak terinspirasi dari seni tradisional Bali, bersama Isser mengambil desain harimau Bali yang telah punah, Panthera tigris balica. Desain harimau ini sering ditemukan pada karya Eka.

ASICS Gel Lyte III karya Eka Mardysasics ASICS Gel Lyte III karya Eka Mardys
Menurut Isser, dalam unggahan instagramnya, walaupun sudah punah, semangat harimau Bali tetap menginspirasi para pemuda-pemudi di Pulau Dewata.

Desain harimau pada sepatu itu dipadukan dengan ornamen yang terinspirasi dari ukiran Bali (Patra Bali) dengan warna Prada khas Bali.

Ornamen Pepatraan adalah ornamen yang ide atau konsepnya diambil dari tanaman yang merambat, seperti: tanaman labu, pare, timun, dan tanaman merambat liar. Hiasan pepatran banyak ditemukan menghias rumah dan tempat suci di Bali.

Baca juga: Intip Custom Sepatu Compass ala Dua Seniman Tato Kenamaan

Sedangkan Fivust, yang menamakan koleksi ini Metamorph, merepresentasikan perjalanan artistiknya dari ilustrasi komik ke graffiti hingga tato. Pada karyanya terlihat bentuk-bentuk khas graffiti yang dipadukan dengan motif bergaya tato.

Karya lain yang menarik juga datang dari seniman Singapura, Mdm Yeo dan Desleen yang justru menghiasi sepatunya dengan motif batik Indonesia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X