Kompas.com - 07/10/2020, 05:00 WIB
Ilustrasi bangun pagi fizkesIlustrasi bangun pagi

KOMPAS.com - Bangun di pagi hari terkadang butuh perjuangan, bahkan jika kita sudah mengatur alarm di ponsel.

Saat mendengar alarm berbunyi, ada dua hal yang dapat kita lakukan.

Pertama menonaktifkan atau mematikan alarm tersebut, dan yang kedua menekan tombol snooze, supaya alarm kembali berbunyi setelah jangka waktu tertentu.

Baca juga: Bangun Tidur Malah Merasa Lelah, Apa Sebabnya?

Nah, jika kita terbiasa menekan tombol snooze dan kembali tidur, ini ternyata bukan hal baik, dan bahkan kita perlu menghubungi dokter.

Sebuah penelitian terbaru dari Departemen Sleep Disorders Research di Cleveland Clinic menemukan, tidak semua jenis tidur itu sama.

Disebutkan, bagian akhir dari perjalanan tidur seseorang bisa menunjukkan kesejahteraan orang itu secara keseluruhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mayoritas bagian terakhir dari siklus tidur kita terdiri dari tidur REM (rapid eye movement), atau tidur bermimpi, yang merupakan kondisi tidur restoratif."

Baca juga: Memahami Makna di Balik Mimpi Diselingkuhi, Sudah Tahu?

Demikian dikatakan Reena Mehra, MD, Direktur Sleep Disorders Research di Cleveland Clinic dalam sebuah pernyataan.

"Jadi, jika kita menekan tombol snooze, maka kita mengganggu siklus tidur REM atau tidur mimpi itu."

Lantas, mengapa siklus tidur REM perlu menjadi perhatian?

Halaman:


Sumber MSN
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X