BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Anlene

Catat! Ini 4 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Aktif Bergerak

Kompas.com - 09/10/2020, 11:41 WIB
Ilustrasi bergerak aktif di rumah SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOTIlustrasi bergerak aktif di rumah

KOMPAS.com – Memiliki tubuh yang sehat dan bugar merupakan impian banyak orang. Sebab, tubuh yang sehat bisa mendukung seluruh aktivitas yang dilakukan, mulai dari bergerak, bekerja, hingga melakukan hobi.

Untuk mewujudkannya, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat. Caranya dengan makan teratur, mengonsumsi makanan sehat, mengelola stres dengan baik, dan aktif bergerak agar tubuh tetap sehat hari ini dan nanti.

Melansir laman heart.org, aktif bergerak merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dengan aktif bergerak, tubuh akan tetap memiliki kekuatan, stamina, dan kemampuan untuk berfungsi dengan baik. Hal ini karena aktivitas fisik dapat meningkatkan kekuatan tulang, sendi, dan otot yang pada akhirnya meningkatkan kebugaran. Tubuh juga jadi terbiasa melakukan ragam aktivitas fisik sehingga tidak mudah kelelahan.

Tak hanya itu, tubuh yang aktif bergerak pun dapat membantu mencegah, mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, dan meningkatkan kondisi tubuh bagi penderita penyakit kronis.

Berikut Kompas.com telah merangkum beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan selalu aktif bergerak.

Penyakit jantung

Aktif bergerak setiap hari mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke karena mampu memperkuat otot jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan level kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).

Mengutip medicinenet.com, tubuh yang aktif bergerak pun dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh dan kapasitas kerja jantung. Dengan begitu, risiko mengidap dan meninggal akibat berbagai penyakit jantung, seperti serangan jantung, stroke, serta gagal jantung, dapat diminimalisasi.

Diabetes tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 terjadi akibat tubuh tidak menggunakan hormon insulin dengan baik dan tidak mampu menjaga kadar gula darah pada level normal. Adapun insulin merupakan hormon yang membantu glukosa (gula) dari makanan masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

Dengan melakukan aktivitas fisik teratur, glukosa dan lemak tubuh akan dibakar sehingga risiko obesitas atau kelebihan berat badan akan berkurang. Seperti diketahui, obesitas merupakan salah satu faktor penyebab munculnya diabetes tipe 2.

Sementara itu, bagi para penderita diabetes, aktif bergerak dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah dan membuat tubuh lebih sensitif terhadap hormon insulin. Dengan demikian, tubuh lebih mudah mengontrol kondisi diabetes.

Kanker

Melansir laman web National Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS), cdc.gov, orang dewasa yang aktif bergerak memiliki risiko menderita kanker yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak aktif.

Beberapa penyakit itu antara lain kanker payudara, paru-paru, usus besar, ginjal, prostat, dan berbagai jenis kanker umum lainnya.

Selain itu, diberitakan Kompas.com, Selasa (8/10/2019), teratur melakukan aktivitas fisik juga memiliki manfaat untuk merangsang daya buang air besar dan mengurangi lamanya usus besar terpapar zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker kolorektal (kanker usus).

Bagi penderita kanker, melakukan aktivitas fisik secara teratur tidak hanya membantu meningkatkan kualitas hidup, tapi juga dapat meningkatkan kebugaran fisik.

Penyakit tulang, sendi, dan otot

Tulang, sendi, dan otot memiliki peran penting dalam menyangga tubuh dan membantunya bergerak. Namun, seiring dengan pertambahan usia, kemampuan ini ikut berkurang.

Melansir laman web Office of Disease Prevention and Health Promotion AS, health.gov, aktif bergerak dapat memperlambat penurunan kepadatan tulang karena pertambahan usia. Bergerak aktif secara teratur pun dapat mengurangi rasa nyeri bagi penderita osteoarthritis dan rematik.

Sementara itu, untuk para lanjut usia (lansia), teratur melakukan beberapa jenis aktivitas fisik dapat mengurangi risiko jatuh saat beraktivitas dan cedera akibat jatuh.

Dengan banyaknya manfaat tersebut, bergerak aktif sebaiknya dilakukan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia.

CDC AS menyarankan anak-anak berusia 3-5 tahun untuk selalu aktif sepanjang hari. Bagi anak-anak usia 6-17 tahun, disarankan melakukan aktivitas fisik selama 1 jam setiap hari.

Bagi orang dewasa, termasuk lansia di atas 65 tahun, disarankan untuk aktif bergerak dengan melakukan berbagai kegiatan dalam intensitas sedang selama 150 menit dalam satu minggu atau minimal 30 menit per hari.

Namun, bagi orang dewasa dan lansia dengan masalah kesehatan, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Mencuci piring merupakan salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan di rumah SHUTTERSTOCK/RIDO Mencuci piring merupakan salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan di rumah

Agar dapat aktif bergerak setiap hari, jenis kegiatan yang dilakukan tidak perlu terlalu berat. Gerakan apa pun termasuk melaksanakan aktivitas sehari-hari juga bisa membuat tubuh lebih aktif bergerak.

Hal terpenting dari aktif bergerak adalah kuantitas dan kualitas gerakan yang dilakukan. Jadi, sekecil dan semudah apa pun gerakan yang dilakukan bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena #tiapgerakanberarti.

Aktivitas sederhana, seperti berjalan naik turun tangga selama 10-15 menit juga sudah cukup. Jika, kondisi kurang memungkinkan, Anda bisa menggantinya dengan berjalan mengelilingi area rumah. Putar musik favorit agar lebih menyenangkan.

Ketika menonton televisi, coba bangun dan berjalan mengelilingi ruangan saat jeda iklan atau setiap 30 menit sekali. Hal yang sama juga bisa dilakukan ketika bekerja di depan laptop.

Aktivitas membersihkan rumah, seperti menyapu, mengepel lantai, mencuci pakaian dan piring, juga bisa dikategorikan sebagai aktivitas fisik.

Nah, untuk mendukung gerak aktif, Anda bisa melengkapi nutrisi harian dengan mengonsumsi susu berkalsium tinggi, seperti Anlene.

Anlene merupakan susu yang dikenal dapat membantu menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot karena mengandung berbagai nutrisi penting atau Movemax, seperti tinggi kalsium, kolagen plus Vitamin C, vitamin D, E, B6, dan B12, protein, zink, serta magnesium.

Bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol, kandungan nutrisi plus dalam Anlene Gold Plus cocok untuk dijadikan pilihan.

Anlene Gold Plus tidak hanya mengandung Movemax, tapi juga dilengkapi dengan kadar serat tinggi untuk mengurangi kadar kolesterol darah dan sumber kalium guna membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Kandungan produk ini tanpa tambahan gula sehingga membantu kadar gula darah tetap terjaga.

Dengan aktif bergerak dan memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh, Anda dapat mewujudkan impian Anda untuk bisa tetap sehat dan bebas bergerak tanpa batas usia hari ini dan nanti. #LebihDariSusu


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya