Kompas.com - 12/10/2020, 11:30 WIB
Ilustrasi. PixlandIlustrasi.

7. Tidak menganggap serius pekerjaanmu
Atasanmu tidak menganggap peranmu berharga atau tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan. Kamu merasa terus-menerus harus membuktikan pentingnya pekerjaanmu, meskipun kamu memang dipekerjakan untuk melakukan apa yang kamu lakukan saat ini.

8. Kasar
Atasanmu terus-menerus mengatakan hal-hal yang membuatmu terkejut. Misalnya, membuat komentar yang merendahkan atau tidak sopan. Atau, lebih buruk lagi, mereka mengirimi Anda email berisi komentar pasif-agresif, yang disamarkan sebagai bagian dari umpan balik kepada karyawan, namun dia tetap bersikap baik secara langsung. Dia mengurangi nilaimu atau terus membuatmu merasa kecil.

Baca juga: 3 Tanda Kita Terjebak dalam Karir yang Salah

9. Kamu diminta untuk melakukan hal-hal di luar karakter moral
Meskipun permintaan tersebut mungkin tampak kecil, namun permintaan tersebut membuatmu tidak nyaman karena berada di luar integritasmu. Mungkin saja itu adalah permintaan untuk berbohong ketika menulis laporan, atau berbohong kepada klien dan vendor. Tapi, apapun itu, perasaan itu membuatmu terus memikirkannya.

10. Disuruh berpikir sendiri
Atasanmu sepertinya tidak pernah punya waktu untuk bertanya. Kamu bahkan jarang bertemu atau berbicara dengannya, kecuali ketika mereka membutuhkan sesuatu. Setiap kali kamu mengajukan pertanyaan, manajermu terlihat kesal atau frustrasi.

 

Yang harus dilakukan
Kamu mungkin merasa masih ada banyak tanda atasan yang toksik lainnya atau merasa beberapa poin di atas tidak mewakili dirimu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apapun itu, langkah untuk keluar dari situasi tersebut bergantung pada situasi spesifikmu.

Oleh karena itu, cobalah melakukan inventarisasi dan mengevaluasi apakah masih ada ruang untuk belajar dan berkembang di perusahaan itu, terlepas dari perilaku atasanmu yang toksik.

Jika ada keuntungan lain yang masih bisa diperoleh dengan tetap berada di perusahaan itu, jangan biarkan atasanmu membuatmu membuang kesempatan itu.

Orang-orang hanya memiliki kekuasaan atas dirimu sebanyak yang kamu izinkan. Kecuali atasanmu membuatmu tidak aman atau menghambat pertumbuhan karirmu, kamu mungkin bisa mengabaikan omong kosongnya.

Baca juga: Kenali, 4 Tanda Kamu Perlu Mencari Pekerjaan Baru

Di sisi lain, jika atasanmu menghalangi pertumbuhan, ketenangan pikiran, atau keamanan pekerjaanmu, mungkin itulah saatnya untuk segera mulai mencari pekerjaan baru.

Ada begitu banyak perusahaan luar biasa lainnya, dengan atasan yang luar biasa yang suka membimbing dan mendukung karyawannya untuk bertumbuh. Kamu tidak harus puas dengan apa pun yang kurang.

Atasanmu mungkin mulai menyadari bahwa kamu sedang dalam proses keluar karena sikap barumu dan mungkin mereka mengubah perilakunya karena mengetahui itu.

Jangan biarkan hal itu menghentikanmu untuk pergi. Semakin cepat kamu serius dalam mencari pekerjaan, semakin cepat kamu dapat memiliki atasan yang lebih baik yang mendukung, menghormatimu, dan menantangmu untuk menjadi individu yang lebih baik dalam berkarir.

Baca juga: Sering Mengeluh soal Pekerjaan? Ini 3 Tips Jauhi Kebiasaan Beracun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.