Kompas.com - Diperbarui 31/08/2021, 10:15 WIB
Ilustrasi tidur tengkurap Ilustrasi tidur tengkurap

Penyebab pastinya tidak jelas, tetapi salah satu gejalanya adalah sensasi jatuh. Terkadang, ada tumpang tindih antara hypnic jerk dan mimpi tentang jatuh.

Fenomena ini mungkin lebih berkaitan dengan tubuh yang tertidur, daripada pikiran yang mencoba memberi tahumu tentang sesuatu.

Baca juga: Mimpi Pasangan Selingkuh, Ini 4 Kemungkinan Artinya

Tidak banyak penelitian ilmiah yang mampu menjelaskan makna mimpi dari orang lain yang terjatuh. Mungkin saja kita sangat prihatin tentang seseorang yang sangat kita kenal, yang hidupnya berputar di luar kendali.

Bisa juga kita sedang mengkhawatirkan seseorang yang akan meninggalkan kita secara emosional atau fisik. Pikirkan tentang orang dalam mimpi tersebut dan apa yang kira-kira diwakilkan dari apa yang kita lihat dalam mimpi.

  • Mencegah mimpi terjatuh

Kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol mimpi. Mimpi jatuh dari ketinggian bisa saja berkaitan dengan faktor stres, maka cobalah melakukan hal-hal pereda stres sebelum tidur sehingga istirahat malam lebih damai. Beberapa caranya antara lain:

  • Memangkas konsumsi kafein, terutama mendekati jam tidur.
  • Melakukan latihan napas atau teknik relaksasi lainnya untuk menenangkan diri sebelum tidur.
  • Hindari stres emosional atau aktivitas fisik berat atau yang membuat stres secara emosional di jam-jam mendekati waktu tidur.
  • Singkirkan barang-barang yang berhubungan dengan pekerjaan dan perangkat elektronik dari kamar tidur.
  • Jika kamu terbangun dan tidak bisa kembali tidur, tinggalkan kamar dan lakukan sesuatu yang menenangkan hingga kita kembali lelah dan siap kembali tidur.

Mimpi buruk cenderung terjadi selama periode stres. Mimpi jatuh dari ketinggian mungkin akan berhenti ketika kita sudah berhasil mengatasi sumber stres yang dialami.

Penelitian menunjukkan bahwa mengevaluasi mimpi dapat menjadi terapi yang berharga. Jika mimpi terjatuh tidak juga berhenti atau terus mengganggu, cobalah berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental untuk membantu mengelola stres yang menjadi pemicunya.

Baca juga: Tidur Lebih Nyenyak dan Bebas Mimpi Buruk di Tengah Pandemi Covid-19

Mimpi buruk berkepanjangan juga bisa menjadi tanda stres berkepanjangan, kecemasan, atau gangguan tidur. Jika kesulitan memperbaiki kualitas tidur, berkonsultasi dengan dokter adalah solusi yang tepat.

Kita mungkin bermimpi empat sampai enam kali dalam semalam, sebagian besar selama tahap tidur rapid eye movement (REM).

Selama tidur REM, gelombang otak hampir sama aktifnya dengan saat kita bangun.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.