Pernah Ingin Bunuh Diri, Model Mia Kang Diselamatkan Muay Thai

Kompas.com - 17/10/2020, 22:17 WIB
Mia Kang Mia Kang
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pada tahun 2006, model Mia Kang yang memiliki berat badan 44 kg merasa lemas karena kelaparan dan jatuh pingsan saat berada di kota Milan.

Sebelum ia terjatuh, seseorang menangkap tubuh Kang. Rupanya, saat itu sang model sedang diikuti oleh seorang penguntit yang melakukan tindakan tidak senonoh selama mengikutinya.

Penguntit tersebut akhirnya mundur saat seorang pria menyelamatkan Kang meneriakinya dalam bahasa Italia.

Walau hari itu Kang selamat dari kejadian lebih buruk, namun peristiwa itu menyisakan luka mendalam bagi Kang.

"Saya hanya ingin pulang, mengunci pintu, dan berbaring di kasur," kata Kang menceritakan kejadian tersebut dalam buku memoarnya berjudul Knockout.

Namun, semua itu adalah masa lalu.

Kini siapa pun yang berniat melakukan tindakan buruk terhadap Mia Kang, tampaknya harus berpikir ulang.

Pasalnya, saat ini Kang jauh lebih sehat, kuat, dan berbahaya. Selain menjalani profesinya sebagai model, ia juga berlatih seni bela diri Thailand, Muay Thai.

"Saya tidak menyarankan untuk menyerang pria yang mencoba mengejarmu, tetapi saya akan jauh lebih berani melawannya," kata model berusia 31 tahun itu kepada The New York Post.

"Saya tidak ambil pusing dan saya tidak akan terintimidasi lagi."

Ia pun mengaku dirinya memiliki keyakinan yang membuatnya seperti orang yang berbeda dibandingkan dirinya di masa lalu.

Disebutkan oleh Kang, Muay Thai menyelamatkan hidupnya dari anoreksia --gangguan makan yang menganggap makan dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

"Tanpa itu (Muay Thai), saya pikir saya semakin terjerumus ke dalam gangguan makan dan depresi," ujar dia.

Semasa kecil, Kang pernah mengalami bullying akibat memiliki kelebihan berat badan.

Kang mulai menemukan Muay Thai sebagai solusi atas masalahnya di tahun 2016, momen di mana ia membatasi asupan makanan agar tubuhnya pas saat mengenakan pakaian dari klien mode ternama.

Serangkaian diet disertai penyalahgunaan obat sembelit, obat diuretik (untuk mengurangi penumpukan cairan tubuh melalui urin), dan rokok telah merusak pikiran dan tubuhnya.

Di buku memoarnya Knockout, dia bahkan mengaku mempunyai pikiran untuk bunuh diri.

Kang membayangkan apakah bunuh diri adalah satu-satunya jalan keluar dari apa yang dia alami.

Beruntung, arah hidupnya berubah saat dia pergi berlibur ke Thailand selama 10 hari.

Dia pun tertarik Muay Thai usai menyaksikan beberapa orang berlatih olahraga tersebut.

Kemudian, Kang mulai mencoba Muay Thai. Ia menetap di Koh Samui selama enam bulan dan berolahraga di tempat fitnes sederhana.

"Bagaimana penampilanmu saat berolahraga adalah hal terakhir yang ada di pikiran siapapun," kata Kang.

"Ini semua tentang keterampilan dan pengetahuan."

Dari situ dia sadar bahwa dia tidak akan mungkin mendapat kekuatan untuk bertarung tanpa mengubah pola makannya.

Berat badan Kang berangsur stabil setelah dia mengonsumsi makanan seimbang yang sesuai dengan aktivitas fisik yang dia jalani.

Baca juga: Ketika Model Plus Size Melenggang di Milan Fashion Week

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

This year has been one of many challenges both personally and professionally, and I’ve spent most of it staying at home all the way over here in Thailand. Because of the isolation, separation and life being so far from what it normally is, it actually hasn’t hit me that I wrote a book that LAUNCHES IN ONE WEEK, until now. This is one of the greatest accomplishments of my life, and I’ve dreamt of being an author since I was little. Really have to pinch myself as we get closer to Oct 20th. Please support and order your copy, and don’t forget to enter your details for a signed copy. Link in my bio ???? Available at: @amazon @barnesandnoble @bookshop_org @bookdepository @booktopiabooks @booksamillion @waterstones & more. Ebook: @amazonkindle @applebooks @googleplay @kobobooks & more.

A post shared by Mia Kang ???? (@miakang) on Oct 13, 2020 at 6:47am PDT

Ia juga menemukan daya tarik dari seni bela diri Muay Thai.

"Ketika saya menjadi model, saya merasa diperlakukan sangat halus dan berharga. Orang-orang akan berkata, 'duduk saja di kursi dan tidak ada yang menyentuh'."

"Dalam seni bela diri, kondisinya benar-benar berlawanan. Kita dihajar dan kemudian harus bangkit kembali," tuturnya.

Namun para petinggi di agensi model Kang merasa sulit menerima obsesi baru si model dengan seni bela diri Muay Thai.

Sebab, wajah adalah aset utama bagi seorang model. Dan Muay Thai memiliki risiko cedera yang tinggi.

Meski demikian, pada Mei 2017 Kang diperbolehkan tampil di atas ring melawan petarung berpengalaman Thailand Nong B.

Mendapat pukulan keras dan mengalami luka dalam di bagian bawah mata, pada akhirnya Kang keluar sebagai pemenang.

"Saya tidak bekerja (sebagai model) sekitar tiga sampai empat minggu, tapi saya memperhitungkan hal itu ketika saya bertarung," kata Kang.

"Secara mental saya siap untuk cedera yang lebih serius seperti anggota tubuh patah atau gegar otak, jadi saya senang dengan kondisi saya setelah pertarungan."

Karena modeling adalah karier yang singkat, dia merasa dia tidak perlu menolak kegemarannya terhadap Muay Thai.

"Sebagian hati saya ingin berada di atas ring. Itu sulit!"

Terkait mentalitas seorang petarung Muay Thai, Kang mengatakan kecenderungan untuk bertahan hidup dengan segala cara adalah hal yang naluriah.

"Naluri muncul karena lawan benar-benar berniat mengalahkanmu. 'Oke, dia mencoba menghajar saya. Maka saya harus menghajarnya'," sebut Kang.

Baca juga: 5 Jalan Mendapatkan Tubuh Petarung Beserta Bonusnya

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

????: @hip.jpeg

A post shared by Mia Kang ???? (@miakang) on Jul 3, 2020 at 7:11am PDT

Saat ini, dengan berat badan sekitar 77 kg, dia juga berlatih jujitsu di Phuket.

Kariernya sebagai model dan petarung Muay Thai sedang dihentikan karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Namun Kang tetap optimis tentang masa depan.

"Ada saat di tengah gangguan makan yang saya alami, saya berpikir 'beginilah hidup akan terjadi, dan itu melelahkan.' Tapi apa pun yang menyangkut ketakutan akan konsumsi makanan sudah tidak ada lagi," jelasnya.

"Saya sangat beruntung masih menjadi model di usia 31 tahun sambil berlatih seni bela diri. Saya ingin semua orang tahu ada cahaya di ujung kegelapan."

Membagikan harapan kepada orang lain menjadi motivasi utama Kang dalam menulis buku memoarnya.

Dia memilih menerbitkan buku tersebut pada musim gugur ini karena meningkatnya gerakan body-positivity (penerimaan setiap bentuk perubahan tubuh) di masyarakat, dan ia sudah memiliki 296.000 followers di Instagram.

"Tidak ada perasaan yang lebih baik selain menjadi wanita yang kuat dan percaya diri dalam ukuran berapa pun," tulis Kang di akun Instagram-nya.

"Saya ingin membantu wanita lain menemukan kecantikan dalam mereka."

Baca juga: Dalam Satu Bulan Turun 10 Kilogram Berkat Latihan Muay Thai Kick Boxing



Sumber NYPost
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X