Kompas.com - 19/10/2020, 08:15 WIB

4. Berlatih meditasi

"Dalam dua dekade terakhir, telah terjadi peningkatan studi tentang penggunaan meditasi untuk mengatasi kemarahan dan agresi," kata Golden.

Dalam satu studi, yang diterbitkan pada 2017 di Mindfulness, para peneliti menemukan peserta yang berlatih meditasi harian selama tiga minggu, secara substansial berhasil mengurangi perilaku agresif.

Tak perlu lama-lama menghabiskan waktu untuk bermeditasi, beberapa menit saja, sudah cukup. Golden mengatakan, meditasi akan meningkatkan kapasitas otak untuk mengamati pikiran, perasaan, yang pada akhirnya akan membantumu mengatasi kemarahan.

“Ini membantu orang berhenti sejenak untuk merenungkan arti kemarahan mereka dan bagaimana menanggapinya daripada (harus) bereaksi,” ujar Golden.

Baca juga: 11 Cara Sehat Melepaskan Kemarahan

5. Tarik napas

Jika tak memiliki waktu untuk bermeditasi, kamu bisa mencoba menjalani latihan pernapasan.

"Menarik napas dalam-dalam akan mengurangi gairah psikologis," kata Bushman.

Secara khusus, latihan pernapasan juga bisa membantu memperlambat detak jantung dan menjaga pikiran kita agar tetap fokus pada hal lain selain sumber stres yang kamu pikirkan.

6. Olahraga

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.