Kompas.com - 30/10/2020, 17:53 WIB
Ilustrasi gigi anak ShutterstockIlustrasi gigi anak

KOMPAS.com – Karies adalah salah satu masalah gigi yang sering dialami oleh anak-anak. Penyebab utamanya adalah kebiasaan makan dan soal kebersihan gigi.  

Anak yang senang mengonsumsi makan dan minuman manis, mengemut makanan, serta minum susu botol sambil tidur berisiko mengalami karies.

Terlebih jika anak tersebut jarang menggosok gigi, yang seharusnya dilakukan minimal dua kali sehari di waktu yang disarankan, yaitu sehabis sarapan dan sebelum tidur.

Baca juga: Gigi Anak Tak Kunjung Tumbuh, Haruskah Khawatir?

Karies membuat lapisan email pada gigi anak terkikis. Hal ini membuat dentin bisa terasa nyeri ketika ada rangsangan manis, asam, dingin, dan panas pada gigi.

Apabila tidak segera mendapatkan perawatan, rasa nyeri atau ngilu itu akan terus terasa bahkan saat anak sedang tidur hingga menyebabkannya terbangun.

Hal ini dikarenakan dentin dekat dengan pulpa gigi yang terdiri dari saraf-saraf dan pembuluh darah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dokter spesialis kedokteran gigi anak Avianti Hartadi menyebutkan rasa ngilu yang timbul akibat karies berbeda dengan ngilu karena gigi sensitif.

Baca juga: Awas, Kebiasaan Buruk Bisa Bikin Gigi Anak Tonggos

"Kalau gigi sensitif itu ngilunya ringan. Sedangkan kalau karies sakit terus menerus," ujar Avianti dalam suatu webinar belum lama ini.

Ia menambahkan, ngilu pada gigi sensitif hanya timbul ketika makan dan minum panas atau dingin.

Sedangkan ngilu pada karies terus terasa bahkan meskipun tidak sedang makan.

Jika karies tidak segera diatasi, maka bakteri bisa sampai ke saluran akar yang menyebabkan munculnya nanah di gigi, bengkak pada wajah, bahkan gigi tanggal.

Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak di berbagai aspek.

Baca juga: Menyusui Lebih dari 2 Tahun Tak Terkait dengan Gigi Anak Berlubang

"Gigi susu anak yang karies harus ditambal karena kalau dibiarkan akan berlanjut semakin dalam. Anak bisa sulit makan yang memengaruhi status gizinya," kata Avianti.

Walaupun sudah ditambal, tidak otomatis masalah gigi pada anak selesai. Orangtua harus memastikan kebersihan gigi anak.

Ajak anak untuk sikat gigi minimal dua sekali menggunakan pasta gigi berfluoride.

Selain itu, bisa juga menggunakan dental flossing sebelum tidur untuk mengangkat sisa makanan yang masih terselip di gigi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.