Kompas.com - 13/11/2020, 10:58 WIB
Aktris dan penyanyi Cynthia Lamusu ketika menghadiri Peringatan Hari Pneumonia Dunia 2020, Kamis (12/11/2020). Tangkap layar YouTube Save the Children IndonesiaAktris dan penyanyi Cynthia Lamusu ketika menghadiri Peringatan Hari Pneumonia Dunia 2020, Kamis (12/11/2020).

KOMPAS.com - Aktris dan penyanyi Cynthia Lamusu bercerita mengenai usaha ekstra yang dilakukannya untuk mencegah putra dan putri kembarnya dari pneumonia.

Apalagi, putra dan putrinya, , Atharva Bimasena Saputra (Bima) dan Ataya Tatjana Aisyah Putri (Tatjana), lahir secara prematur.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau campuran di antara ketiganya.

"Salah satu yang menjadi ektakutan nomor satu saat itu adalah kondisi pneumonia," ungkap Cynthia dalam Peringatan Hari Pneumonia Dunia 2020, Kamis (12/11/2010).

"Karena angka kematian bayi yang baru lahir untuk pneumonia, untuk bayi normal saya kami ketahui sangat tinggi, apalagi anak-anak kami lahir prematur jadi betul-betul dijaga."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KeluargaSuryaCynthia (@keluargasuryacynthia)

Cynthia dan suaminya yang juga aktor Surya Saputra begitu ektra hati-hati menjaga anak-anaknya dari pneumonia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika Bima dan Tatjana baru pulang dari rumah sakit, keduanya betul-betul menerapkan karantina, mulai dari tidak menerima tamu, menjaga kebersihan udara di kamar dengan air purifier, hingga membatasi penjenguk selama enam bulan.

Sebagai bagian dari pencegahan pneumonia, personel grup vokal Be3 itu juga berkomitmen menjalankan ASI eksklusif dan memastikan anak-anaknya mendapatkan gizi optimal lewat Makanan Pengganti ASI (MPASI) setelahnya, dengan mengumpulkan informasi melalui buku dan internet.

"Kembali lagi, karena anak-anak kami prematur membuat kami ekstra memperhatikan tumbuh kembangnya, mulai dari nutrisi dan stimulasi agar bisa tumbuh optimal," ujarnya.

Pada momen tersebut, Cynthia mengingatkan para orangtua untuk tetap berhati-hati pada pneumonia karena angka kematian bayi dan balita karena penyakit tersebut masih terbilang tinggi.

Untuk itu, ia menganjurkan agar orangtua senantiasa menjaga kebersihan di rumah, menjaga nutrisi anak dengan baik, mengutamakan ASI ekslusif, hingga menjalankan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu.

"Selain itu, untuk keadaan-keadaan darurat jika anak sakit, orangtua juga harus segera bertindak dan jangan menyepelekan," katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.