Persalinan Caesar Bikin Bayi Berisiko Tinggi Sakit Asma

Kompas.com - 25/11/2020, 10:02 WIB
Perawat merawat bayi yang baru lahir di ruangan Perina di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2020). Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menerapkan kebijakan baru berupa pemakaian face shield atau pelindung wajah untuk bayi yang sedang mendapat perawatan maupun yang baru dilahirkan di RS tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPerawat merawat bayi yang baru lahir di ruangan Perina di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2020). Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menerapkan kebijakan baru berupa pemakaian face shield atau pelindung wajah untuk bayi yang sedang mendapat perawatan maupun yang baru dilahirkan di RS tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

KOMPAS.com — Sebuah penelitian menemukan, anak-anak yang lahir melalui operasi caesar memiliki risiko tiga kali lipat menderita asma.

Hal itu terjadi karena persalinan melalui sayatan pada dinding perut dan rahim ini menyebabkan bayi tidak terpapar bakteri yang bermanfaat, yang terdapat di jalan lahir pervaginal.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi komposisi mikrobioma bayi, yakni triliunan bakteri baik yang ditemukan di tubuh kita, yang membantu menjauhkan bakteri jahat.

Akibatnya, sistem kekebalan bayi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang dan mereka menjadi lebih berisiko terhadap asma dan alergi di masa kanak-kanak. Asma sering dikaitkan dengan reaksi alergi.

Dalam studi terbaru, peneliti AS menganalisis efek kelahiran normal versus operasi caesar pada tahun pertama kehidupan untuk 700 anak. Penelitian kemudian ditindaklanjuti lima tahun kemudian. 

Mereka menemukan bahwa di antara anak-anak yang lahir secara alami, hanya 6 persen menderita asma pada usia enam tahun. Tetapi, jumlahnya mencapai 20 persen dari anak-anak yang lahir dari proses operasi caesar.

Baca juga: Berapa Kali Seorang Ibu Dapat Jalani Operasi Caesar?

Tim dari Rutgers University di New Jersey juga menemukan bahwa risiko alergi, seperti susu, telur, anjing atau kucing, juga meningkat pada anak-anak yang lahir melalui operasi caesar.

Pada usia enam tahun, 17 persen anak yang lahir melalui operasi caesar telah mengembangkan alergi dibandingkan dengan 11 persen anak yang lahir melalui vagina.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine itu menunjukkan bahwa risiko asma pada bayi dengan operasi caesar berkurang jika pertahanan alami mereka pulih pada usia satu tahun.

“Setiap generasi ibu memberikan mikrobioma ke generasi berikutnya, karena bayi dilapisi dengan kuman yang bermanfaat saat keluar melalui jalan lahir,” ujar peneliti Martin Blaser.

Sayangnya, mikrobioma dari ibu tak bisa didapatkan oleh anak yang lahir melalui proses caesar.

“Butuh beberapa saat bagi mereka untuk mengembangkan mikrobioma normal. Dan selama waktu itu, sementara sistem kekebalan juga berkembang, mereka menjadi lebih berisiko untuk mengembangkan penyakit seperti asma di kemudian hari,” lanjut Martin.

Baca juga: ASI Eksklusif Bantu Membentuk Sistem Kekebalan Bayi yang Lahir Caesar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X