Kompas.com - 05/12/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Pembuluh darah yang lebih tebal dan sempit karena tekanan darah tinggi memicu terjadinya penumpukan plak di dinding arteri.

Jika penumpukan plak terjadi di arteri yang menuju ke jantung, maka dapat menyebabkan penyakit arteri koroner. Pada gilirannya kondisi ini menyebabkan serangan jantung atau gagal jantung.

Sebuah studi di India menemukan orang dewasa yang hipertensi 11 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit arteri koroner.

Baca juga: Diungkap, Hubungan Tidur Sehat dan Potensi Gagal Jantung

2. Serangan jantung

Apabila plak menumpuk di arteri, kemungkinan besar pembekuan atau gumpalan darah akan terbentuk.

Gumpalan darah menghalangi aliran darah masuk ke jantung. Selain itu mencegah jantung mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Hal ini dapat merusak otot jantung dan mengakibatkan serangan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Gagal jantung

Seiring berjalannya waktu, stres akibat tekanan darah tinggi membuat jantung lebih besar dan bekerja kurang efisien.

Hal ini dapat menyebabkan gagal jantung yakni kondisi saat jantung tidak dapat memberikan cukup darah ke tubuh.

Suatu penelitian di Massachusetts menemukan 91 persen orang yang mengalami gagal jantung juga menderita hipertensi.

Baca juga: Agar Tak Jadi Komplikasi, Ini 6 Penanganan Hipertensi yang Tepat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.