Kompas.com - 05/12/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi mengukur tekanan darah shutterstockIlustrasi mengukur tekanan darah

Hipertensi dan stroke

Ada dua jenis utama stroke yaitu iskemik dan hemoragik.  Stroke iskemik lebih sering terjadi dibanding daripada stroke hemoragik yang angka kasusnya hanya sekitar 13 persen.

Kendati demikian, hipertensi sangat terkait dengan setiap jenis stroke.

1. Stroke iskemik

Stroke ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di arteri yang menuju ke otak. Tanpa suplai darah yang cukup ke sel-sel otak atau neuron, otak akan berhenti bekerja dan sangat merusak fungsi tubuh yang paling vital.

Ahli saraf vaskular Julius Gene Latorre, MD menyebutkan, 40-50 persen stroke iskemik disebabkan oleh hipertensi.

Baca juga: Ini Penyebab Stroke Juga Bisa Terjadi di Usia Muda

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Stroke hemoragik

Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pembuluh darah pecah. Jika pembuluh darah pecah di otak, maka bisa menyebabkan stroke hemoragik.

Pecahnya pembuluh darah membuat darah bisa bocor ke tempurung kepala dan merusak jaringan otak.

Menurunkan tekanan darah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.