BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BCA

Sering Lupa User ID dan Password? Ternyata Ini Penyebabnya...

Kompas.com - 17/12/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi BCA ID Dok. ShutterstockIlustrasi BCA ID

KOMPAS.com - Apakah kamu termasuk orang yang sering lupa user ID atau password untuk mengakses situs atau aplikasi tertentu yang digunakan? Bila iya, ternyata kamu tidak sendirian.

Sebuah riset yang dilakukan Universitas Rutgers Amerika Serikat dan Universitas Aalto Finlandia pada 2018 menyatakan, mengingat kode akses seperti password memang sulit dilakukan, terutama yang berbasis teks.

“Banyak orang berjuang mengingat password karena saat ini kita banyak membutuhkannya. Mereka pun jadi frustasi,” kata salah satu tim peneliti Janne Lindqvist seperti diwartakan Kompas.com (8/9/2018).

Salah satu penyebabnya adalah cara kerja memori manusia yang beradaptasi berdasarkan seberapa sering password dibutuhkan.

Selain itu, terlalu banyak akun juga membuat user ID atau password semakin sulit untuk diingat. Padahal, saat ini berbagai akun diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari media sosial, belanja online, hingga mengakses layanan perbankan.

Pada riset tersebut, peneliti merekomendasikan para pengembang layanan digital untuk menciptakan sistem yang dapat memprediksi memorabilitas kata sandi, mengukur apakah orang mampu mengingatnya, dan memberi “insentif” bagi orang yang login secara teratur.

Tak heran kebanyakan orang memilih menggunakan user ID atau password yang sama untuk beberapa akun.

Alternatif lainnya, mereka juga menggunakan fitur “Ingat Password” pada smartphone yang dapat disinkronisasi dengan sidik jari. Tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan akses pada aplikasi tertentu sekaligus memberikan sistem keamanan.

BCA ID mudahkan akses e-channel

Permasalahan pengguna susah mengingat user ID dan password juga menjadi perhatian PT Bank Central Asia (BCA) Tbk dalam layanan digitalnya. Sebagai salah satu penyedia layanan perbankan terdepan, BCA terus berupaya untuk memudahkan para nasabahnya. Salah satunya melalui layanan BCA ID.

Ilustrasi BCA IDDok. BCA Ilustrasi BCA ID

Untuk diketahui, BCA ID merupakan user ID dari BCA yang bisa dibuat oleh nasabah BCA dengan mudah. Dengan inovasi ini, nasabah dapat menghubungkan minimal satu rekening BCA dengan satu BCA ID.

Kemudian, BCA ID dapat digunakan untuk mengakses dan memudahkan bertransaksi, baik finansial maupun nonfinansial di layanan e-channel BCA, termasuk Welma. Dengan BCA ID, membeli produk investasi seperti reksa dana dan obligasi di Welma pun jadi lebih simpel.

Ke depannya, BCA ID dapat digunakan untuk mengakses beberapa aplikasi layanan e-channel BCA. Dengan begitu, nasabah BCA tidak perlu banyak user ID maupun password untuk bertransaksi di e-channel tersebut.

Untuk registrasi BCA ID, kamu harus mengunduh aplikasi Welma terlebih dahulu di App Store atau Play Store.

Setelah itu, kamu akan diminta untuk melakukan registrasi BCA ID dengan mengisi data, mulai dari nama, alamat email, BCA ID atau user ID, dan kata sandi atau password BCA ID.

User ID bisa terdiri dari angka, huruf, atau kombinasi keduanya dengan minimal 6 karakter dan maksimal 21 karakter. Sementara, password BCA ID terdiri dari kombinasi angka dan huruf dengan minimal enam 6 karakter serta maksimal 12 karakter.

Setelah registrasi, kamu akan mendapat email dari klikbca@klikbca.com. Lalu, klik “Activate” untuk melakukan aktivasi BCA ID. Dengan begitu, kamu sudah bisa login ke aplikasi Welma dengan BCA ID yang didaftarkan.

Ilustrasi cara registrasi BCA IDDok. BCA Ilustrasi cara registrasi BCA ID

Ketentuan dan tips BCA ID

Ada beberapa ketentuan mengenai BCA ID yang harus kamu perhatikan sebelum menggunakannya.

Pertama, kamu bisa memiliki beberapa BCA ID.

Kedua, setiap BCA ID harus dikaitkan dengan minimal satu rekening untuk dapat melakukan transaksi finansial dan nonfinansial atas rekening tersebut.

Ketiga, satu rekening dana atau kartu kredit hanya bisa dikaitkan dengan satu BCA ID.

Keempat, satu BCA ID hanya bisa dikaitkan dengan satu email dan sebaliknya.

Kelima, untuk login ke e-channel yang menggunakan BCA ID, kamu harus memasukkan user ID dan password BCA ID.

Nah, agar pengalaman menggunakan BCA ID lebih mudah, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini.

1. BCA ID bukan nomor kartu debit atau rekening

Sebagai informasi, BCA ID bukanlah nomor kartu debit atau rekening, melainkan username untuk login ke aplikasi Welma. Jadi, kalau kamu memasukkan nomor kartu debit atau rekening, sudah dipastikan kamu akan gagal login.

2. Jangan asal-asalan

Pastikan untuk tidak sembarangan atau asal-asalan dalam membuat username BCA ID. Hal ini akan menyulitkan kamu untuk mengingatnya. Apabila lupa username BCA ID, kamu akan kesulitan untuk mengakses layanan e-channel BCA.

3. Mudah dihafal

Buatlah password BCA ID dengan kombinasi angka dan huruf yang mudah dihafal. Akan tetapi, pastikan password tersebut sulit ditebak oleh orang lain.

4. Angka unik untuk PIN

Selain BCA ID, kamu memerlukan personal identification number (PIN) untuk dapat bertransaksi investasi di Welma. Untuk membuat PIN transaksi BCA ID di Welma, kamu harus melakukan connect account BCA kamu di Welma.

Hindari kombinasi angka yang mudah ditebak seperti tanggal lahir untuk PIN. Gunakan kombinasi enam angka yang unik sekaligus mudah untuk kamu ingat agar akun tetap aman.

Itulah deretan informasi penting yang perlu kamu ketahui soal BCA ID. Dengan BCA ID, kamu bisa mengakses layanan investasi Welma. Ke depannya, kamu pun dapat mengakses berbagai layanan e-channel BCA secara lebih mudah dan praktis.

Klik di sini untuk informasi selengkapnya mengenai BCA ID.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya