Kompas.com - 15/01/2021, 06:39 WIB

Sayangnya, respons ini tidak tampak jelas dengan mata telanjang, tetapi dapat dideteksi dengan akselerometer.

Selain itu, hasil akselerometer juga tidak dapat menentukan pembicara mana, apakah orang yang berbohong atau yang mendengarkan, yang mengikuti bahasa tubuh lawan bicaranya.

Hal itu menjadi kekurangan yang ditunjukkan oleh para penulis studi sendiri.

Meski begitu, Tim Brennen dari University of Oslo di Norwegia temuan dari studi tersebut sangatlah menarik dan memberikan penelitian dasar yang baik untuk diteliti lebih lanjut lewat studi lainnya di masa depan.

"Dalam hal teori psikologis sosial, ini benar-benar menarik. Tetapi, ini masih hanya menunjukkan sedikit sekali dari gambaran luas tentang praktik pengujian kebohongan yang andal," kata Brennen.

Baca juga: Tangkap 7 Sinyal Orang Sedang Bicara Bohong pada Anda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.