Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/01/2021, 12:46 WIB

Peneliti mengelompokkan bayi-bayi itu dalam tiga skenario. Skenario pertama, peneliti berpura-pura kesulitan untuk memainkan dua unit mainan dan pada akhirnya berhasil.

Skenario kedua, peneliti bisa memainkan mainan tanpa kesulitan. Skenario ketiga, peneliti tidak melakukan apa pun.

Semuanya itu dilakukan di samping bayi-bayi yang menjadi peserta penelitian. Setelah skenario selesai dilakukan, peneliti meninggalkan bayi dengan mainan musik.

Peneliti mengatakan, bayi bisa memainkan musik, tetapi tidak mengajari cara menyalakannya.

Bayi dalam kelompok skenario pertama yang menyaksikan perjuangan peneliti dapat menemukan tombol mainan dan menyalakan musik.

Sedangkan bayi yang ditempatkan dalam kelompok skenario kedua dan ketiga tidak melakukan hal yang sama.

Berdasarkan hal itu, peneliti menarik kesimpulan, bayi tidak sekadar meniru apa yang ditonton, tetapi juga mempelajari nilai ketekunan.

"Ini adalah bukti bahwa orang dewasa dapat memengaruhi bayi secara langsung dengan mencontohkan perilaku tertentu," kata Paul Harris, psikolog perkembangan Harvard University.

Untuk studi selanjutnya, peneliti tertarik untuk mencari tahu interaksi yang paling berpengaruh terhadap bayi. Apakah itu berbicara, memberi isyarat, atau nada suara.

Peneliti juga berharap hasil penelitiannya dapat diimplikasikan ke dunia nyata dan ingin melihat apakah pelajaran ketekunan dapat bertahan hingga dewasa.

Sebab, ketekunan merupakan salah satu cara untuk setiap orang meraih kesuksesan.

Orangtua yang ingin anaknya kelak menjadi sukses perlu mencontohkan ketekunan dan perjuangan untuk berhasil mencapai sesuatu.

Jadi mendidik anak tidak hanya dengan kata-kata atau menyuruhnya, tetapi yang lebih penting adalah memberi contoh dan teladan.

Baca juga: 15 Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pria Sejati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.