Kompas.com - 20/01/2021, 21:52 WIB
Ilustrasi bercinta. SHUTTERSTOCKIlustrasi bercinta.

KOMPAS.com - Sejumlah penelitian telah mengungkapkan bahwa akvitias seks bisa membantu meningkatkan aspek kesejahteraan dan kesehatan fisik seseorang.

Salah satunya adalah meningkatkan imunitas tubuh.

Beberapa penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu, termasuk sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal SAGE, menemukan bahwa seks secara teratur dapat meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh.

Adapun para peneliti menemukan klasifikasi orang yang dikatakan sering berhubungan seks adalah mereka yang melakukannya satu hingga dua kali per minggu.

Para peneliti meyakini orang-orang tersebut memiliki lebih banyak imunoglobulin A (IgA) daripada kelompok orang yang tidak rutin berhubungan seks.

Adapun IgA merupakan antibodi yang hidup di jaringan mukosa, seperti kelenjar ludah, hidung dan jaringan vagina.

Namun, penelitian yang sama mengungkapkan bahwa hubungan seks yang lebih sering dari itu tidak lantas berdampak peningkatan antibodi yang lebih tinggi lagi.

Lebih jauh, sejumlah pakar menilai penelitian tersebut dilakukan sudah beberapa tahun yang lalu, sedangkan para penelitinya atau ilmuwan lainnya belum mereplikasi penelitian ini.

Artinya, diperlukan penelitian lanjutan sebelum menarik kesimpulan pasti.

Baca juga: Lakukan 7 Hal Ini agar Kehidupan Seks Lebih Bergairah

Oleh karena itu, sebelum mengikuti anjurannya, ketahuilah bahwa efek dari seks terhadap imunitas mungkin tidak terlalu signifikan atau cukup tahan lama untuk mencegah penyakit, seperti flu atau virus lainnya.

"Hanya ada sedikit studi yang meneliti pengaruh rangsangan seksual terhadap bahan kimia yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh," ungkap profesor psikiatri dari New York-Presbyterian Hospital, Weill-Cornell School of Medicine, Gail Saltz, MD kepada Health.

"Sepengetahuan saya, tidak ada penelitian yang secara spesifik mengatakan bahwa masturbasi (atau seks) dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam hal pencegahan atau melawan infeksi."

Baca juga: Rutin Bercinta Bikin Hidup Lebih Sehat

Perasaan senang dari seks
Meski kita tahu seks tidak membantu melawan infeksi virus, namun melakukan seks secara teratur memiliki banyak manfaat kesehatan.

Ini dianggap sebagai aktivitas olahraga yang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Spesialis pengobatan genitourinari dan juru bicara British Association for Sexual Health and HIV, Eleanor Draeger menambahkan, seks secara teratur juga dapat memperkuat otot dasar panggul, yang dapat membantu seseorang mengontrol kandung kemih.

"Orgasme berkaitan dengan pelepasan endorfin dan serotonin."

"Oleh karena itu, aktivitas ini dapat membantu meredakan nyeri, termasuk kram menstruasi," ujarnya kepada Refinery29.

Baca juga: Kenali, 7 Manfaat Hubungan Seks untuk Kesehatan

Tak hanya itu, seks juga terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu seseorang untuk lebih rileks.

Bahkan, menurut sebuah penelitian dari University of Ottawa, aktivitas intim ini juga dapat membantu penderita insomnia tidur lebih nyenyak.

Jadi, meskipun seks mungkin tidak memberikan efek langsung terhadap imunitas, tetapi tidur lebih berkualitas dapat menurunkan risiko tubuh terkena penyakit.

Jika digabungkan dengab manfaat positif lainnya, tentunya akan semakin berdampak terhadap imunitas seseorang.

Tapi, kamu tak perlu khawatir jika jarang berhubungan seks.

Sebab, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kurangnya hubungan seks berdampak negatif terhadap kesehatan seseorang.

Baca juga: Berapa Kali Frekuensi Bercinta yang Dianjurkan dalam Seminggu?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X