Kompas.com - 02/02/2021, 18:35 WIB
Fast Retailing Group, perusahaan induk ritel fesyen Uniqlo, menerbitkan Laporan Berkelanjutan 2021. Dok Fast Retailing GroupFast Retailing Group, perusahaan induk ritel fesyen Uniqlo, menerbitkan Laporan Berkelanjutan 2021.


KOMPAS.com – Kepedulian konsumen pada dampak dari industri fesyen terhadap perubahan iklim, lingkungan, dan kemanusiaan, membuat pemilik brand dan pelaku industri berkomitmen mengembangkan model bisnis yang lebih berkelanjutan (sustainable).

Berbagai laporan menyebutkan, industri tekstil berkontribusi terhadap emisi karbon dunia, pencemaran air oleh industri, sampah plastik, dan isu ketimpangan dalam upah buruh.

Demi menyeimbangkan itu semua, berbagai perusahaan telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan keadilan dalam pemanfaatan tenga kerja.

Peritel fesyen asal Jepang, Fast Retailing yang merupakan perusahaan induk Uniqlo, termasuk dalam perusahaan ritel fesyen yang merespon perubahan tersebut.

Setiap tahun perusahaan yang memiliki ribuan toko di seluruh dunia ini menerbitkan laporan inisiatif yang sudah dijalankannya dalam isu keberlanjutan.

Baca juga: Melirik Kapas yang Berkelanjutan untuk Cegah Kerusakan Lingkungan

Dalam media briefing Sustainability Report 2021 yang disampaikan secara virtual, Presiden & CEO Fast Retailing Group, Tadashi Yanai, mengatakan laporan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk mewarisi dunia yang positif bagi generasi selanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bagaimana kita bisa mewarisi dunia yang positif? Jenis kegiatan ekonomi apa yang membukakan jalan untuk menuju dunia yang lebih positif? Masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan satu pihak saja, butuh kerjasama semua untuk upaya berkelanjutan,”kata Yanai (2/2/2021).

Media briefing Fast Retailing menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2021 yang dilakukan secara virtual (2/2/2021).Dok Fast Retailing Media briefing Fast Retailing menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2021 yang dilakukan secara virtual (2/2/2021).

Dalam laporan itu juga disebutkan filosofi dari Uniqlo untuk menciptakan pakaian dengan nilai-nilai yang baru dan unik, dan membuat konsumennya merasa bahagia dan puas saat mengenakan pakaian itu, tanpa mengabaikan isu sosial dan lingkungan.

Lewat laporan yang bisa diakses secara online di situs perusahaan ini, Yanai berharap para konsumennya semakin memahami visi perusahaan, serta percaya dan tenang dalam membeli produk-produknya.

Beberapa inisiatif yang dilaporkan antara lain memastikan material yang dipakai berasal dari sumber-sumber yang bisa dipertanggung jawabkan, seperti katun, wool, atau pun tak memanfaatkan bulu binatang untuk setiap produk pakaian musim dingin.

Fast Retailing Group juga melaporkan inisiatif yang sudah dilakukan selama 20 tahun terakhir dalam merespon perubahan iklim, isu energi, hingga program donasi untuk mendukung para pengungsi dan korban bencana alam di seluruh dunia.

Baca juga: Tips Menerapkan Fesyen Berkelanjutan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.