Kompas.com - 24/02/2021, 16:40 WIB
The Scream versi pastel karya Edvard Munch tahun 1895 saat ditunjukkan di Sotheby's London12 April 2012.  AFP PHOTO / CARL COURT CARL COURTThe Scream versi pastel karya Edvard Munch tahun 1895 saat ditunjukkan di Sotheby's London12 April 2012. AFP PHOTO / CARL COURT
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Museum Nasional Norwegia sepertinya berhasil memecahkan misteri pada lukisan The Scream yang menjadi tanda tanya sejak tahun 1904. Di sudut kiri atas kanvas lukisan karya Edvard Munch itu tertulis, "Hanya dapat dilukis oleh orang gila."

Selama beberapa dekade, para pemerhati dan peneliti seni tidak dapat memastikan asal muasal tulisan tersebut. Tetapi sekarang berkat teknologi inframerah, tulisan di The Scream yang asli dari tahun 1893 itu dikonfirmasi sebagai tulisan Munch.

Kesimpulan ini diambil setelah para peneliti membandingkan guratan pada lukisan itu dengan tulisan tangan dari buku harian Munch dan menemukan bahwa dan huruf yang gayanya cocok.

“Tulisan tersebut tanpa diragukan lagi adalah dari Munch. Tulisan tangan, serta peristiwa yang terjadi pada tahun 1895, ketika Munch mempertunjukkan lukisan itu untuk pertama kalinya di Norwegia, semuanya memperkuat dugaan itu,” kata Mai Britt Guleng, kurator museum.

The Scream, lukisan Edvard Munch yang disimpan di Museum Nasional Oslo, Norwegiaedvardmunch.org The Scream, lukisan Edvard Munch yang disimpan di Museum Nasional Oslo, Norwegia
Semula, banyak kalangan mengira tulisan itu dibuat oleh orang yang menganggap karyanya aneh, atau sebuah bentuk vandalisme.

Namun Munch sendiri diduga menulis frasa itu tidak lama setelah pembicaraan tidak menyenangkan pada tahun 1895 ketika dia memamerkan lukisan itu untuk pertama kalinya di kota Kristiania, sekarang Oslo.

Selama diskusi publik tentang karya itu, seorang mahasiswa kedokteran muda berspekulasi bahwa lukisan aneh itu menunjukkan bahwa Munch pasti sudah gila.

Siswa tersebut berpendapat bahwa Munch tidak normal, dan rentan terhadap halusinasi, bahkan menyebut karya itu akan dilupakan bersamanya.

Rupanya kritik tersebut justru mendorong Munch untuk menambahkan tulisan aneh yang menyebut bahwa lukisan itu memang hanya bisa dibuat oleh orang gila.

Bertubuh kurus, Munch sendiri membawa beban dalam hidupnya karena keluarganya memiliki riwayat penyakit mental. Dia sendiri khawatir masalah mental itu juga akan mengenainya.

Tetapi dalam sebuah catatan pribadi, Munch menolak bahwa bahwa "The Scream" menunjukkan ketidakstabilan mental.

Menurutnya menggambarkan penyakit, kematian, dan kecemasan dalam seni bukanlah tanda penyakit, tetapi justru menunjukkan bahwa dia tidak gila, namun melihat bagian dunia yang tidak bisa dilihat orang lain - sebuah konsep populer di seni akhir abad ke-19.

Selain itu, seseorang yang ingin mengkritik lukisan itu sepertinya tidak akan menulis dengan huruf yang kecil dan hampir tak terlihat. Sedangkan Munch sendiri tidak pernah berusaha menutupi atau mengecat tulisan itu semasa dia hidup.

Adapun tulisan itu menjadi misteri karena sejauh ini tidak ada yang pernah bertanya langsung kepada Munch apakah tulisan itu miliknya - selain dia mungkin juga tidak ingat pernah menulisnya.

The Scream atau Skrik dalam bahasa Norwegia, sebenarnya terdiri dari empat buah versi, dua di antaranya menggunakan pastel, satu versi litograf, dan satu lagi yang paling terkenal menggunakan cat minyak yang kini disimpan di Musem Nasional di Oslo.

Lukisan ekspresionis ini dianggap oleh banyak orang sebagai karya Munch yang paling penting dan menjadi inspirasi para pelukis lain dalam aliran ekspresionisme.

Adapun The Scream menggambarkan seseorang yang tercekam atau mengalami kecemasan, dengan latar belakang cakrawala yang berupa senja berwarna merah. Uniknya, beberapa peneliti meyakini senja merah itu terlihat setelah letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Dalam sebuah catatan dalam buku hariannya, Munch mengaku mendapat inspirasi lukisan ini saat berjalan-jalan.

"Saya sedang berjalan di sebuah jalan kecil dengan dua orang teman – matahari sedang tenggelam – mendadak langit berubah menjadi merah darah – Saya berhenti, merasa lelah, dan bersandar di pagar – di atas fjord dan kota yang biru kehitaman tampak darah dan lidah-lidah api – teman-teman berjalan terus, dan saya berdiri di sana gemetar dan diliputi rasa cemas – dan saya merasakan jeritan yang tidak henti-hentinya melintas di alam".

Adapun dua versi The Scream pernah dicuri, tetapi akhirnya keduanya ditemukan kembali. Lalu pada tanggal 2 Mei 2012, salah satu lukisan The Scream versi pastel terjual sebesar Rp 1,079 triliun dalam pelelangan di rumah lelang Sotheby's, New York.

Bisa dibayangkan kan, berapa harga lukisan cat minyak yang disimpan di Museum Oslo, yang hanya bisa dibuat oleh orang gila itu?

Baca juga: Lukisan Termahal di Dunia pada Sepatu Dr Martens



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X