Kompas.com - 04/03/2021, 17:45 WIB
Stories Across Rising Lands. DOK MUSEUM MACANStories Across Rising Lands.

2. Semesta dan Angan: Pilihan Karya dari Koleksi Museum Macan

Menampilkan seleksi karya-karya penting dari koleksi museum, termasuk instalasi penting Multiverses and Futures (2017) oleh perupa Denmark-Islandia Olafur Eliasson, Portrait of Grace Jones (1986), sebuah karya kenamaan Keith Haring, serta karya-karya dari Sigmar Polke, Barbara Kruger, Zai Kuning, Tisna Sanjaya, dan Bandu Darmawan.

Pameran ini menyoroti cara-cara unik para perupa dalam menanggapi realita di sekitar mereka dan mengeksplorasi visi masa depan mereka.

3. Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN baru: Kisah Antah-berantah oleh Citra Sasmita

Ini adalah Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN terbaru, yang ditampilkan secara fisik dan virtual.

Karya ini pertama kali diluncurkan secara virtual pada 15 Desember 2020 melalui www.museummacan.org.

Kisah Antah-berantah terinspirasi dari cerita Tantri Bali klasik, sebuah mitos fantastis yang berisi cerita dalam cerita dan dongeng hewan yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Jika hadir langsung di museum, pengunjung dapat melihat lukisan gulungan sepanjang 8 meter, mengenal karakter hewan dalam dongeng dan mencium aroma rempah-rempah yang ditempatkan Citra Sasmita untuk membawa penonton ke dunia imajiner Kisah Antah-berantah.

Baca juga: Museum MACAN Luncurkan Lokakarya Seni di Rumah Bareng Perupa, Mau?

Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN baru: Kisah Antah-berantah oleh Citra Sasmita.DOK MUSEUM MACAN Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN baru: Kisah Antah-berantah oleh Citra Sasmita.
4. Pembukaan kembali pameran ‘Melati Suryodarmo:Why Let theChicken Run?’

Pameran ini pertama kali dibuka pada Februari 2020 dan akan diperpanjang agar pengunjung memiliki kesempatan untuk menyaksikan pameran museum pertama dari sang seniman, menjelajahi berbagai aspek perjalanan artistik Melati selama 25 tahun.

5. Perpanjangan periode pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN: Warna dalam Gua oleh Mit Jai Inn (23 Januari – 28 Maret 2021)

Anak-anak dan keluarga dapat menjelajahi instalasi yang semarak di dalam gua yang terang benderang, sebuah ruang aman yang dirancang oleh perupa Thailand, Mit Jai Inn.

Baca juga: ARMA Museum Bali, Seimbangkan Seni dan Alam...

Berapa harga tiketnya?

Selama periode pembukaan kembali, museum akan memberlakukan harga tiket khusus, yakni Rp 56.000 hingga Rp 70.000 untuk hari kerja (Selasa - Jumat) dan Rp 72.000 - Rp 90.000 di akhir pekan (Sabtu - Minggu).

Untuk akses prioritas, Museum Macan mengundang pecinta seni untuk mengikuti program keanggotaan tahunan, MACAN Society.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X