Kompas.com - 05/03/2021, 05:33 WIB
Ilustrasi pertemanan. FREEPIKIlustrasi pertemanan.

KOMPAS.com - Hubungan pertemanan sangat penting bagi kesejahteraan diri kita.

Seorang jurnalis sains dan penulis buku "Friendship", Lydia Denworth memaparkan tentang keterkaitan pertemanan terhadap kesehatan seseorang.

Pertemanan bisa membantu seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dan kesehatan mental yang lebih baik.

Pertemanan sehat juga bisa membuat seseorang lebih cepat pulih dari sakit, menurunkan risiko penyakit jantung, mengurangi depresi, dan membuat tidur jadi lebih nyenyak.

Namun, jika kita berada dalam lingkungan pertemanan tidak sehat, dampaknya tentu juga menjadi tidak baik bagi kesehatan kita.

Sayangnya, tidak seperti hubungan asmara, hubungan pertemanan sering kali sulit untuk diputuskan dan bisa terasa menyakitkan.

Tapi, jika hubungan pertemanan itu tidak sehat dan malah berbahaya bagi kesehatan kita, mengapa harus dipertahankan?

Ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat dari sebuah hubungan pertemanan dan apakah sudah masuk kategori pertemanan tidak sehat, di antaranya:

1. Kamu dituntut selalu ada

Umumnya kondisi ini terjadi pada perempuan.

Memang tak masalah untuk berharap sesuatu pada hubungan pertemananmu, tapi jika temanmu terus-menerus menuntut agar kamu tersedia untuknya 24 jam, cobalah pikirkan apa yang kamu rasakan.

Jika kamu mengalami ini, artinya temanmu mungkin meremehkanmu dan menganggap kebutuhannya lebih penting daripada kebutuhanmu.

Baca juga: Pertemanan Bisa Membuat Anda Lebih Cerdas, Atau Sebaliknya

2. "Menusuk" di depan dan menganggapnya sebagai candaan

Pernahkah kamu memiliki teman yang "bercanda" tentang sesuatu yang sebetulnya sensitif bagimu atau hal rahasia tentangmu?

Banyak orang pernah mengalami itu dan ketika mengonfrontrasi temannya, sang teman hanya mengatakan "itu cuma bercanda" atau "kamu terlalu sensitif".

Jika itu juga terjadi padamu, artinya temanmu mungkin sudah tidak menghargai perasaanmu.

Sebab, segala sesuatu yang rahasia bagimu seharusnya mampu mereka jaga.

Apalagi jika temanmu membeberkan rahasia itu di depan orang lain dan menertawakannya, apakah kamu masih berpikir bahwa dia memedulikanmu?

Baca juga: Waspadai, 8 Ciri Teman yang Toksik

3. Berharap kamu bisa membaca pikiran mereka dan marah jika tidak

Orang-orang yang sudah berteman lama memang mungkin bisa saling mengerti, seperti membaca pikiran satu sama lain.

Tapi, bukan berarti kamu bisa berharap temanmu akan selalu mengetahui isi perasaanmu, pikiran atau apa yang kamu inginkan, tanpa kamu mengutarakannya.

Komunikasi dalam pertemanan juga sama pentingnya seperti pada relasi lain.

Jadi, mengutarakan apa yang kamu rasakan dan harapkan pada temanmu adalah tanda bahwa itu adalah pertemanan sehat.

Saling terbuka membuat orang-orang yang terlibat dalam pertemanan mampu mengekspresikan kerentanannya dan mengungkapkan bahwa mereka saling percaya. Ini akan membuat hubungan pertemanan semakin kuat.

Baca juga: Hati-hati, 3 Jenis Pertemanan Ini Bisa Bikin Gampang Sakit

4. Membuat keputusan sendiri

Dalam hubungan asmara maupun pertemanan, penting adanya pengambilan keputusan bersama bahkan untuk hal-hal kecil, seperti menentukan film yang akan ditonton atau makanan apa yang akan dimakan.

Jika temanmu selalu menjadi pihak yang mengambil keputusan sendiri, bayangkan jika hal itu terjadi dalam sebuah hubungan asmara atau pernikahan.

Seseorang yang berada dalam kondisi tersebut sama dengan dikontrol penuh oleh pasangannya dan itu idealnya tidak terjadi.

Sama halnya dengan hubungan pertemanan. Pertemanan seharusnya merupakan relasi setara antara satu orang dan orang lainnya dan menjadi tempat untuk saling menghargai masukan dan memedulikan satu sama lain.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Toxic Friend, Teman yang Merusak Hidup Kita

5. Berbohong padamu

Meskipun sulit untuk mengetahui dengan pasti kapan seseorang berbohong, ada beberapa isyarat tubuh yang bisa diamati.

Namun pada intinya, percayalah pada nalurimu.

Jika kamu pernah memergoki temanmu berbohong atau bahkan berkali-kali berbohong, cobalah tanya pada diri sendiri apa kira-kira alasan dia untuk berbohong.

Selain itu, cobalah tanya pada dirimu sendiri apakah kamu percaya dia bisa jujur padamu ketika itu diperlukan?

Baca juga: Orang yang Berbohong Ternyata Suka Menunjukkan Gestur Ini

6. Pencemburu atau posesif

Apakah temanmu mengabaikanmu atau menjatuhkanmu ketika kamu meraih sesuatu yang membanggakan?

Apakah mereka marah atau kalian jadi bertengkar ketika kamu membuat rencana dengan orang lain?

Jika itu terjadi padamu, maka itu adalah tanda perilaku mengontrol dan kamu perlu curiga berada dalam hubungan abusive yang tidak baik untuk kesehatan mental.

Pertemanan yang ideal adalah ketika orang-orang yang terlibat mau memberikan yang terbaik satu sama lain.

Itu juga termasuk mau ikut merayakan jika sahabatnya berhasil meraih sesuatu dan menerima fakta bahwa masing-masing memiliki relasi di luar hubungan pertemanan itu.

Baca juga: Sikap Posesif yang Berpotensi Merusak Hubungan

7. Melecehkan fisik, mental atau emosional

Melecehkan adalah cara untuk mengukuhkan kekuasaan atau kendali atas orang lain.

Ancaman atau kemarahan yang ditujukan padamu, menyalahkanmu atas masalah mereka, atau mencoba membuat orang lain menentangmu adalah tanda-tanda pelecehan mental dan emosional.

Jadi, segeralah pertimbangkan untuk meninggalkan hubungan tersebut jika kamu jadi korban, termasuk jika itu adalah hubungan pertemanan.

Jika tidak tahu bagaimana melakukannya, carilah bantuan profesional.

Baca juga: Hati-hati, 3 Jenis Pertemanan Ini Bisa Bikin Gampang Sakit

8. Tidak lagi punya kesamaan

Ini memang tidak selalu tanda pertemanan tidak sehat, tapi bisa menjadi salah satu penentu mengapa kamu boleh jaga jarak dengan temanmu.

Seiring berjalannya waktu, setiap orang punya ketertarikan dan prioritas masing-masing yang bisa berubah. Ini bisa berarti kamu tak lagi bisa berbagi ketertarikan yang sama dengan temanmu.

Mungkin rasanya menyakitkan jika tidak lagi bisa menjaga obrolan menyenangkan dengan seorang teman yang dulu selalu bersamamu.

Jika ini masalahnya, kamu tak perlu khawatir karena dukungan untuk satu sama lain tetap bisa diberikan meskipun kalian mungkin tidak lagi cocok untuk bersama.

Ini artinya kalian sudah menemukan jalan yang sesuai untuk masing-masing dan itu adalah hal yang bagus.

Menjaga jarak dengan teman melalui cara yang terhormat juga tetap membuka pintu untuk kembali bersahabat di masa depan.

Idealnya memang pertemanan dijaga dan tidak perlu diputus.

Namun, ketahuilah bahwa menjaga jarak dengan temanmu bukanlah suatu masalah, apalagi jika dilakukan demi kebaikan masing-masing, terutama dirimu sendiri.

Baca juga: Ketahui, 5 Tanda Teman Tidak Dapat Dipercaya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X