Kompas.com - 08/03/2021, 05:36 WIB
Ratusan buruh perempuan melakukan aksi di Sekitaran Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Rabu (8/3/2017). Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional dengan menyuarakan hak buruh yang belum terpenuhi. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGRatusan buruh perempuan melakukan aksi di Sekitaran Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Rabu (8/3/2017). Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional dengan menyuarakan hak buruh yang belum terpenuhi.

Di konferensi tersebut ada 100 wanita dari 17 negara. Mereka menyetujui saran itu dan dengan suara yang bulat pula.

Seperti yang sudah disebutkan, perayaan Hari Perempuan Internasional pertama adalah pada 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss

Tapi, perayaan ini baru diresmikan pada 1975 ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai ikut merayakannya.

Oh ya, tema pertama yang diadopsi oleh PBB pada tahun 1996 untuk perayaan ini adalah "Merayakan masa lalu, Merencanakan Masa Depan".

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Bagaimana Sejarahnya

Kenapa tanggalnya 8 Maret?

Ide Hari Perempuan Internasional, yang awalnya dicetuskan Clara, sebetulnya tidak punya tanggal pasti.

Menurut situs UNESCO, PBB mulai merayakan Hari Perempuan Internasional pertama pada 8 Maret, yang didasarkan pada pergolakan demonstran perempuan Rusia yang terjadi 8 Maret 1917.

Diberitakan Kompas.com, Rusia berada dalam kondisi hampir hancur ketika Perang Dunia I dan menyebabkan tekanan yang tak tertahankan pada ekonomi yang sudah lemah di negara itu.

Perempuan Rusia memulai aksi turun ke jalan pada 8 Maret 1917. Mereka bergabung dengan orang-orang yang bekerja di pabrik-pabrik.

Sekitar 100.000 perempuan turun ke jalan-jalan di Saint Petersburg (dulu Petrograd).

Mereka menuntut Pemerintah Rusia di bawah kepimpinanan Tsar Nicholas II agar memberi makan anak-anak dan mengakhiri Perang Dunia I.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X