Kompas.com - 16/03/2021, 21:34 WIB
Ilustrasi payudara shutterstockIlustrasi payudara

Setelah dicek ke rumah sakit akhirnya diputuskan untuk operasi guna membuang cairan berbahaya itu. Namun ternyata itu tidak cukup, diperlukan operasi pengangkatan payudara untuk memastikan cairan tersebut keluar seluruhnya.

Ia mengaku awalnya menyangka tindakan filler ini aman dan bisa bertahan selama setidaknya 2 tahun.

Namun, tak disangka hal yang dilakukannya malah membahayakan nyawanya dan berbuah penyesalan yang mendalam.

Ia menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak tergiur harga murah. Saat ini ia sedang menjalani pengobatan sekaligus melaporkan tindakan yang dialaminya itu ke kepolisian.

Baca juga: Ingin Filler Pipi Biar Tirus? Ketahui Dulu 4 Hal Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.