Kompas.com - 04/04/2021, 13:26 WIB
Beberapa teh mengandung kafein, komponen yang bisa memberi efek diuretik pada ginjal. Namun, minum teh dalam jumlah moderat tidak akan menyebabkan dehidrasi. SHUTTERSTOCKBeberapa teh mengandung kafein, komponen yang bisa memberi efek diuretik pada ginjal. Namun, minum teh dalam jumlah moderat tidak akan menyebabkan dehidrasi.

KOMPAS.com - Beberapa waktu terakhir pembahasan tentang minum teh membuat dehidrasi ramai dibincangkan di media sosial.

Lalu, benarkah teh bisa bikin dehidrasi?

Menurut Healthline, teh memang bisa memengaruhi hidrasi tubuh. Tapi, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Sebabnya, beberapa teh mengandung kafein, komponen yang juga terkandung dalam kopi, cokelat, minuman berenergi, dan soda.

Kafein adalah stimulan alami dan salah satu bahan makanan dan minuman paling umum di dunia.

Setelah dicerna, kafein berpindah dari usus ke aliran darah untuk kemudian menuju ke hati. Di sana, kafein dipecah menjadi berbagai senyawa yang dapat memengaruhi fungsi organ.

Misalnya, kafein memiliki efek stimulasi pada otak, meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah. Di sisi lain, kafein bisa memberi efek diuretik pada ginjal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diuretik adalah zat yang dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urin.

Konsumsi kafein dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal, membuat tubuh mengeluarkan air lebih banyak.

Setiap jenis teh mengandung kafein dalam jumlah yang berbeda-beda.

Teh berkafein seperti varietas teh hitam, teh hijau, teh putih, dan teh oolong, misalnya, umumnya mengandung 16-19 miligram kafein per gram teh.

Karena secangkir teh rata-rata mengandung 2 gram daun teh, satu cangkir (240 ml) teh bisa mengandung sekitar 33-38 mg kafein.

Di antara jenis teh yang disebutkan, teh hitam dan teh oolong mengandung kafein lebih banyak.

Sementara teh herbal, seperti chamomile, peppermint, atau rosehip cenderung bebas kafein dan tidak memiliki efek dehidrasi terhadap tubuh.

Baca juga: Teh atau Kopi, Mana Lebih Baik untuk Pagi Hari?

Teh herbal seperti chamomile, peppermint, atau rosehip cenderung bebas kafein dan tidak memiliki efek dehidrasi terhadap tubuh.SHUTTERSTOCK/WICHY Teh herbal seperti chamomile, peppermint, atau rosehip cenderung bebas kafein dan tidak memiliki efek dehidrasi terhadap tubuh.
Jumlah moderat tak sebabkan dehidrasi

Meskipun kafein memiliki efek diuretik, baik teh mengandung kafein maupun teh herbal, sama-sama tidak akan menghidrasi tubuh.

Sebab, untuk merasakan efek diuretik yang signifikan, kafein yang dikonsumsi harus berjumlah lebih banyak dari 500 miligram atau sama dengan 1.400 hingga 3.120 mililiter teh (6-13 cangkir).

Sementara jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, teh bisa sama menghidrasinya seperti air.

Dalam sebuah penelitian, sebanyak 50 orang peminim kopi berat diminta mengonsumsi 800 mililiter kopi atau kuantitas air putih yang sama setiap harinya, selama tiga hari.

Sebagai perbandingan, kandungan kafein dalam minuman yang mereka konsumsi setara dengan 1.100–2.400 mililiter teh.

Para peneliti melihat tidak ada perbedaan dalam hal hidrasi antara hari-hari di mana mereka minum kopi atau air putih.

Sementara pada penelitian kecil lain, sebanyak 21 laki-laki sehat diminta meminum 4-6 cangkir teh hitam (sekitar 960-1.440 mililiter) atau air matang, lebih dari 12 jam.

Lagi-lagi, para peneliti tidak menemukan perbedaan dalam hal produksi urine maupun tingkat hidrasi antara dua jenis minuman.

Bahkan, mereka menyimpulkan bahwa teh hitam dalam porsi kecil atau sekitar enam gelas (1.440 mililiter) per hari justru bisa lebih menghidrasi daripada air.

Baca juga: Pahami, 12 Efek dari Kebiasaan Minum Teh

Selain itu, ulasan terbaru dari 16 penelitian mencatat bahwa dosis tunggal 300 miligram (setara dengan 3,5–8 cangkir atau 840–1.920 ml) teh sekaligus hanya meningkatkan produksi urine sebanyak 109 mililiter dibandingkan dengan minuman non-kafein.

Oleh karena itu, bahkan dalam kasus di mana teh meningkatkan produksi urine, itu tidak menyebabkan tubuh kita kehilangan lebih banyak cairan.

Menariknya, para peneliti juga mencatat bahwa kafein mungkin memiliki efek diuretik yang kurang signifikan pada laki-laki dan pada konsumen kafein rutin.

Pentingnya menghidrasi tubuh

Meskipun teh atau kopi tetap dihitung sumber asupan cairan, penting untuk memastikan tubuh mendapat asupan cairan yang cukup, setidaknya delapan gelas sehari atau sekitar dua liter.

Menurut ahli gizi berbasis di New York dan pendiri praktik privat Nutrition by Nathalie, Nathalie Rhone, RDN kepada Eat This, Not That, jadikan teh atau kopi di pagi hari hanya sebagai sumber air tambahan.

Baca juga: Bahaya Minum Teh Berlebih, Susah Tidur Hingga Ketergantungan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.