Kompas.com - 09/04/2021, 10:26 WIB
Echa, pelajar asal Banjarmasin tertidur pulas di rumahnya selama 7 hari. Echa diduga mengidap sindrom tidur. KOMPAS. com/ANDI MUHAMMAD HASWAREcha, pelajar asal Banjarmasin tertidur pulas di rumahnya selama 7 hari. Echa diduga mengidap sindrom tidur.

KOMPAS.com - "Echa tidur" dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan belakangan menjadi sorotan.

Pelajar bernama lengkap Siti Raisa Miranda ini diduga menderita sindrom putri tidur.

Ia kerap tertidur pulas dalam waktu berhari-hari, bahkan pernah tertidur sampai 13 hari.

Baca juga: Kisah Echa, Penderita Sindrom Tidur Asal Banjarmasin, Pernah Tidur Pulas 13 Hari

Lalu, apa itu sindrom putri tidur?

Sindrom putri tidur

Melansir Healthline, Sindrom Kleine-Levin (KLS) adalah kelainan langka, menyebabkan penderitanya mengalami periode kantuk berlebihan yang berulang.

Dalam beberapa kasus, penderita sindrom putri tidur bisa menghabiskan waktu tidur hingga 20 jam sehari.

Itulah mengapa kondisi ini sering disebut sindrom putri tidur.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi remaja laki-laki cenderung lebih berisiko mengembangkannya daripada kelompok lain. Sekitar 70 persen orang dengan KLS adalah laki-laki.

Stanford Health Care menyoroti kondisi ini sebagai gangguan neurologis.

Beberapa gejalanya antara lain:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X