Kompas.com - 17/04/2021, 05:17 WIB
Ilustrasi penggumpalan darah atau trombosis arteri di jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung. SHUTTERSTOCK/LightspringIlustrasi penggumpalan darah atau trombosis arteri di jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung.

"Hal ini membantu jantung lebih rileks dan terisi lebih banyak darah sehingga bisa memompa lebih banyak darah ke semua organ. Artinya, lebih banyak nutrisi untuk seluruh organ."

Rumus menghitung detak jantung maksimum

Rumus umum untuk mengetahui detak jantung maksimum saat berolahraga adalah mengurangkan angka 220 dengan usia kita, lalu hasilnya dikali 85 persen.

Misalnya, jika kita berusia 30 tahun, maka kita dibolehkan berolahraga hingga denyut jantung maksimal mencapai 161,5 bpm.

Angka itu diperoleh dari 220-30 = 190. Kemudian 85 persen dari 190 hasilnya adalah 161,5.

"Terkadang aktivitas yang berlebihan dapat menyebabkan mal-adaptasi fungsi jantung dan seorang atlet dapat memiliki penyakit yang disebut jantung atlet (athletes heart)."

"Jantung kembali normal bila aktivitas ini ditinggalkan selama jangka waktu tertentu," tambah Kler.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.