Kompas.com - 17/04/2021, 16:08 WIB
Raisa Andriana saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (26/11/2019). Raisa akan menggelar konser bertajuk Raisa Live in Concert 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 27 Juni 2020 mendatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMORaisa Andriana saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (26/11/2019). Raisa akan menggelar konser bertajuk Raisa Live in Concert 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 27 Juni 2020 mendatang.
  • Kurangnya privasi anak

Dengan adanya jejak digital yang dibuat orangtua dengan mengunggah sesuatu tentang anak, orangtua sama dengan mengambil privasi anak.

  • Cyberbullying

Mengunggah terlalu sering konten tentang anak sama dengan mengekspos kehidupan anak dan membuatnya rentan menjadi korban bullying atau sasaran penguntit di internet.

Mengunggah foto wajah anak sama dengan memberikan akses kepada orang lain secara luas, bukan hanya tentang diri sendiri tetapi juga informasi tentang anak.

  • Penyalahgunaan

Anak-anak berpotensi menjadi korban penyalahgunaan jika semua data mereka ada di internet.

  • Korban predator

Membagikan informasi pribadi anak secara luas juga sama dengan membukan akses terhadap predator potensial.

  • Penggunaan konten untuk alasan seksual

Ada banyak pedofil berkeliaran, termasuk di internet. Mereka bisa saja menggunakan foto anak kita untuk konten seksual, bahkan ketika kita hanya mengunggah foto polos yang tidak bermuatan seksual.

  • Berdampak pada emosi anak

Ketika orangtua mengunggah foto anak, kebanyakan orangtua tidak meminta izin kepada anak apakah ia bersedia fotonya dibagikan atau tidak. Ini berpotensi berdampak negatif terhadap emosi anak di masa depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika anak dewasa, mungkin saja ia sedih atau kesal dengan apa yang diunggah orangtuanya tentang diri anak. Meskipun reaksi anak tidak selalu negatif, namun tinggi kemungkinan anak tidak menyukainya.

  • Menimbulkan kecanduan

Terlalu sering membagikan konten tentang anak tidak hanya berbahaya bagi anak, tetapi juga bagi orangtua. Terus-menerus berbagi konten di media sosial berisiko membuat orangtua mengalami kecanduan terhadap aktivitas tersebut.

Ketika kita memutuskan tidak membagikan foto wajah anak di media sosial, maka manfaatnya adalah kita mungkin akan lebih jauh dari risiko-risiko yang telah disebutkan di atas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.