Kompas.com - 21/04/2021, 04:30 WIB
Biji kopi siap digiling Pixabay/SvenhilkerBiji kopi siap digiling

KOMPAS.com - Sebagai peminum kopi, kita sering kali dihadapkan pada pilihan membeli biji kopi utuh atau kopi bubuk.

Namun, banyak dari kita akan memilih untuk membeli sekantong kopi bubuk karena tidak perlu menggilingnya, dan dapat segera membuat kopi dengan mudah, serta praktis.

Tapi perlu diketahui, membeli biji kopi yang utuh ternyata lebih baik daripada kopi bubuk.

Perjalanan singkat biji kopi

Salah satu pendiri Queen City Collective Coffee, Scott Byington mengatakan, semua biji kopi berasal dari buah kopi yang memiliki umur simpan.

Baca juga: Kopi Pahit dan Beragam Cara Lain untuk Cegah Bau Mulut

"Untuk mendapatkan kopi dengan rasa terbaik, itu dipetik pada saat kematangan puncaknya seperti pisang atau alpukat matang," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah dipanen, dicuci, dan didistribusikan, perusahaan kopi akan memanggang biji hijau menjadi produk jadi yang saat ini kita kenal dan sukai.

Satu hal yang perlu kita ingat adalah kopi mudah rusak. Jadi, penting bagi kita untuk memperlakukannya dengan baik.

"Orang-orang memperlakukan kopi seperti benda kering yang bisa disimpan di lemari selamanya. Itu tidak benar," kata Eileen Rinaldi, pendiri dan CEO Ritual Coffee Roasters.

Biji kopi utuh yang baru dipanggang lebih baik

Rasa dan aroma adalah dua komponen utama dari secangkir kopi. Jika kita membeli kopi bubuk, maka kita akan kehilangan keduanya.

Ahli roaster dan kontrol kualitas di Onyx Coffee Lab, Summer Zhang menguraikannya secara ilmiah.

Baca juga: Bolehkah Minum Kopi di Bulan Puasa?

"Menggiling biji kopi utuh lebih baik daripada minum kopi bubuk karena molekul aromatik akan menguap setelah penggilingan."

"Lalu, area permukaan kopi yang terbuka meningkat secara signifikan, sehingga menghasilkan oksidasi yang lebih cepat," kata dia.

Orang-orang yang memanggang kopi akan bekerja keras untuk menghasilkan rasa kopi yang enak ke dalam cangkir.

Namun, Byington berkata bahwa kita tidak akan pernah tahu jika minum kopi bubuk.

"Meskipun kopi bubuk masih memiliki kafein dan rasa seperti kopi, tetapi kita tidak akan mendapatkan rasa maupun kenikmatan berlapis dari kopi yang baru dipanggang dan digiling," ungkap dia.

Bagi yang pernah menggiling kopi di rumah tentu mengetahui bagaimana aroma kopi yang dapat membuat seluruh dapur menjadi begitu harum.

"Proses penggilingan mulai melepaskan banyak aromatik itu," kata Byington.

"Banyak rasa berasal dari bau, jadi jika kita melepaskan aromatik sebelum mencoba kopi, rasanya akan lebih berkurang dan cenderung datar," lanjut dia.

Apabila kita berpikir rasa dan aroma tidak akan hilang karena kopi bubuk disegel dalam kantong, maka kita salah besar.

Baca juga: Susah untuk Menghafal? Kopi Bisa Membantu

"Sebagian besar kantong kopi diisi dengan nitrogen sebagai metode penyegelan yang populer untuk memberikan udara dan itu adalah musuh terbesar dalam mempertahankan rasa, serta aroma," kata Byington.

Oh iya, biji kopi utuh dari beberapa merek juga sering kali dibanderol dengan harga yang lebih mahal daripada kopi bubuk, demi membantu para petani kopi mendapatkan upah yang layak.



Sumber Huffpost
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.