Kompas.com - 08/06/2021, 19:14 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Olahraga lari menawarkan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Sebuah penelitian mengungkapkan berlari selama 10 menit per hari dengan kecepatan lambat dapat memperbaiki kesehatan kardiovaskular kita.

Tetapi lari tidak dipandang sebagai olahraga untuk memperkuat dan membangun otot yang ideal.

Padahal, meningkatkan kekuatan melalui latihan ketahanan atau resistance training dapat memperkuat otot dan persendian.

Dan pada gilirannya, hal ini membuat kita bisa berlari lebih cepat, serta mengurangi risiko cedera saat berlari.

Dari studi yang dimuat ke dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, ditemukan kaitan antara berlari dengan latihan ketahanan.

Pada studi itu, peneliti meninjau sebanyak 28 studi dan melibatkan 747 orang dewasa sehat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti menemukan, latihan beban akan menghasilkan peningkatan ukuran otot. Namun peningkatan itu hanya dapat diperoleh jika peserta menggunakan beban yang sedang atau berat.

Ketua studi, Pedro Lopez, MSc, PhD(c) di Exercise Medicine Research Institute di Edith Cowan University, Australia menjelaskan hasil temuan studi ini.

Ia mengatakan, beban yang berbobot ringan dapat menumbuhkan otot, namun untuk memperkuat otot kita membutuhkan beban yang lebih berat.

Hasil ini cenderung terlihat pada peserta studi yang baru mencoba latihan kekuatan dibandingkan peserta yang sudah lama melakukan latihan kekuatan.

Baca juga: Mari Mengenal Latihan Beban untuk Pemula...

Bagi orang yang sudah terbiasa melatih kekuatan, Lopez menyarankan untuk menambah sesi latihan lebih banyak ketimbang sekadar menambah jumlah beban.

Lopez meyakini, orang yang terbiasa melatih kekuatan akan memeroleh lebih banyak manfaat dengan sesi latihan yang ditambah.

Menurut Lopez, salah satu alasan peningkatan kekuatan otot bisa diperoleh dari program latihan ketahanan disebabkan adanya tingkat adaptasi lebih tinggi antara otak, sistem saraf pusat, dan otot (neuromuscular adaptation).

Neuromuscular adaptation atau adaptasi neuromuskular adalah kondisi di mana otak, sistem saraf pusat dan otot beradaptasi untuk menghasilkan lebih banyak serat otot dan meningkatkan frekuensi dari serat otot.

Kesimpulannya, latihan ketahanan atau resistance training akan meningkatkan koordinasi di antara setiap otot dan menghasilkan lebih banyak kekuatan.

Lopez mengacu pada rekomendasi dari American College of Sports Medicine yang menyarankan agar kita melatih kekuatan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu, dengan 8-12 kali repetisi (pengulangan) setiap latihan.

"Namun, jangan lupakan dua poin penting," tuturnya.

"Pertama, setiap latihan kekuatan harus didasarkan pada tujuan dan kebutuhan masing-masing individu."

"Dan kedua, cari profesional olahraga terakreditasi untuk membantu Anda mendesain latihan Anda," tutur dia lagi.

Baca juga: Senang Lari? Yuk, Mulai Tambah Latihan Kekuatan



Sumber MSN
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X