Kompas.com - 18/06/2021, 16:41 WIB
Ilustrasi cuci tangan, salah satu penerapan 3M, sangat penting dalam mencegah potensi penularan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Studi peneliti Jepang menemukan virus SARS-CoV-2 dapat bertahan di kulit manusia selama 9 jam. SHUTTERSTOCK/MaridavIlustrasi cuci tangan, salah satu penerapan 3M, sangat penting dalam mencegah potensi penularan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Studi peneliti Jepang menemukan virus SARS-CoV-2 dapat bertahan di kulit manusia selama 9 jam.

KOMPAS.com - Lonjakan kasus Covid-19 dan ancaman mutasi virus membuat pemerintah Indonesia terus menggencarkan percepatan program vaksinasi nasional sebagai upaya melindungi masyarakat.

Pemerintah telah menargetkan pemberian vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk atau 70 persen dari total populasi.

Meski demikian, dalam menangani pandemi Covid-19, kita tidak boleh hanya mengandalkan proteksi dari vaksinasi saja, tetapi juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.

Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, Dr Dirga Sakti Rambe Msc, SpPD menjelaskan bahwa saat ini persentase penduduk Indonesia yang telah divaksin satu kali sebesar 11 persen dan cakupan vaksinasi lengkap sebesar 6,3 persen.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Penularan Penyakit

Menurut dia, angka tersebut masih terbilang kecil dari total populasi Indonesia dan masih jauh untuk bisa mencapai kekebalan komunal (herd immunity).

"Untuk bisa membentuk herd immunity, paling tidak sebanyak 70 persen atau 181 juta penduduk Indonesia harus sudah divaksin. Namun sekarang angka vaksinasi kita belum memenuhinya."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demikian penuturan dokter Dirga dalam virtual Media Briefing Bersama SOS Personal Hygiene, Kamis (17/6).

Oleh sebab itu, sembari menunggu semua masyarakat mendapatkan vaksin, kita dianjurkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik untuk memutus transmisi penularan virus corona.

Baca juga: Protokol Kesehatan: Antara Jargon dan Guyon

Pentingnya protokol kesehatan

Dirga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 terbukti efektif mencegah virus dan meningkatkan kekebalan komunal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X