Kompas.com - 26/07/2021, 16:41 WIB

White mengungkapkan, di masa dewasa, sebagian besar dari kita mengembangkan citra tentang bagaimana keinginan orang lain memandang kita.

Sehingga, kita cenderung membangun tembok yang membatasi keintiman dan membuat kita kesulitan berteman dengan orang lain.

"Kita menghabiskan begitu banyak energi untuk berpura-pura dan sering tidak punya waktu untuk terhubung secara otentik dengan orang lain," kata dia.

Padahal, dia melanjutkan, tanda persahabatan yang sejati adalah ketika seseorang bisa mengenali kita secara utuh, baik saat kita sedang menjadi diri sendiri atau tidak.

"Namun, merubuhkan tembok ini membutuhkan keberanian, kepercayaan diri, dan yang lebih penting yakni kesadaran akan kapan tembok itu berdiri," tutur dia.

2. Terbuka dan mengakui kerentanan

Tidak apa-apa untuk mengakui kalau kita tidak pandai mencari teman baru, dan kita menginginkan lebih.

Kita mungkin terkejut melihat berapa banyak orang lain yang ternyata juga berada di perahu yang sama.

"Ketika orang berbagi sedikit tentang kelemahannya dalam berteman, itu bisa menginspirasi orang lain untuk sama-sama terbuka," kata dia.

Selain itu, berbagi sesuatu yang otentik tentang diri kita tidak perlu tentang hal yang negatif atau memalukan, namun tetap membutuhkan keberanian.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BHG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.