Kompas.com - 28/07/2021, 08:26 WIB
ilustrasi anak sakit Shutterstockilustrasi anak sakit
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Para ahli medis masih belum memahami bagaimana Long Covid-19 (gejala Covid-19 yang menetap setelah fase penyembuhan) berdampak pada anak-anak, dan ini dapat mengkhawatirkan orang tua.

Komunitas medis belum memiliki cukup informasi tentang virus ini, cara kerjanya, dan cara menghentikannya, karena Covid-19 adalah sesuatu yang “baru”.

Para ahli medis masih mempelajari virus ini, dan meskipun kita telah dilanda pandemi global selama setahun lebih, tetap saja masih ada hal yang harus dipahami lebih baik.

Salah satu hal yang masih dipelajari adalah bagaimana virus berdampak pada anak-anak. 

Anak-anak pernah dianggap kebal terhadap virus, tetapi nyatanya banyak anak sekarang harus dibawa ke ICU karena tertular.

Menurut Medical Xpress, sebuah laporan baru yang dipimpin oleh Universitas Bristol menyoroti bahwa komunitas medis masih belum mengetahui bagaimana Long Covid-19 mempengaruhi anak-anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal seperti ini tentu akan membuat orang tua khawatir dan waspada bahwa kita masih perlu mengambil tindakan pencegahan untuk menjaga anak-anak tetap aman. 

Baca juga: Simak, 9 Gejala Long Covid yang Sering Dialami Penyintas

Laporan itu menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Long Covid-19 pada anak-anak memiliki dampak besar pada kesehatan fisik dan psikologis anak-anak. 

Ketika berbicara tentang Long Covid-19, yang dimaksud adalah tanda dan gejala yang berlanjut, atau bahkan berkembang setelah terpapar.

Dokter sedang berupaya memahami hal ini, tetapi itu tidak mudah. Komunitas medis masih perlu mencari tahu apakah Long Covid-19 adalah kondisi baru atau kondisi yang terkait dengan "kelelahan pasca-virus", sesuatu yang umum terlihat saat anak sakit flu.

Sejauh ini, anak yang pernah mengalami Long Covid-19 melaporkan gejalanya seperti sakit perut, kelelahan ekstrem, dan sakit kepala.

Keluarga dari anak-anak yang mengalami hal ini menyatakan bahwa gejala-gejala ini mempengaruhi kehidupan anak-anak mereka sehari-hari.

Mereka bahkan menyatakan bahwa anak-anak mereka terpaksa tidak masuk sekolah karena gejala tersebut. 

Komunitas medis menjelaskan bahwa saat ini kemungkinan infeksi ulang Covid-19 pada anak-anak sangat jarang, tetapi itu masih dapat terjadi dan orang tua perlu tetap waspada dalam melindungi anak-anak mereka.

Baca juga: Long Covid, Berapa Lama Bertahan dan Cara Mengatasinya



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.