Kompas.com - 30/08/2021, 10:02 WIB
Petugas merapikan tempat tidur saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Satuan tugas penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka tower 8 RSDC Wisma Atlet Pademangan dengan menyediakan tempat perawatan bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.569 tempat tidur. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPetugas merapikan tempat tidur saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Satuan tugas penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka tower 8 RSDC Wisma Atlet Pademangan dengan menyediakan tempat perawatan bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.569 tempat tidur.

KOMPAS.com – Sebagian besar pasien Covid-19 memang tanpa gejala atau bergejala ringan. Namun, tak sedikit yang awalnya terlihat baik bisa mengalami perburukan, bahkan tidak tertolong.

Perjalanan penyakit Covid-19 yang dialami presenter Deddy Corbuzier yang awalnya ringan hingga sempat kritis bisa menjadi pelajaran bahwa penyakit ini tidak boleh diremehkan.

Menurut penjelasan dr.Jeffery Aloys Gunawan Sp.PD, penyakit Covid-19 memiliki tiga fase dan sindrom pelana kuda, yaitu fase pertama, fase pulmonary, dan fase badai sitokin.

“Pengobatan harus dilakukan agresif sebelum masuk fase dua atau fase pulmonary, apalagi sampai masuk ke fase tiga atau badai sitokin. Terlebih pada orang dengan komorbid penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi dan lansia, di mana risiko kematian meningkat enam kali lipat,” kata dokter Jeff dalam talkshow yang digelar virtual oleh GoodDoctor dan Hippindo (28/8/2021).

Ia menjelaskan, tidak semua orang akan mengalami fase ketiga atau badai sitokin. Menurutnya, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Baca juga: 5 Langkah untuk Kebugaran agar Lebih Kuat dari Infeksi Covid-19

“Ini dialami kalau seseorang punya faktor genetic yang mengandung penyakit HLH (Hemophagocytic lymphohistiocytosis) yaitu penyakit yang menyebabkan disregulasi sel-sel darah putih. Jadi seharusnya sel-sel darah putih tidak berlebihan, namun dicetuskan oleh infeksi Covid dan menyebabkan kerusakan berlebihan,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, orang yang memiliki komorbid disarankan untuk melakukan perawatan di rumah sakit, terlebih jika komorbidnya lebih dari dua penyakit.

“Orang dengan komorbid sedikit boleh isoman di rumah bila kondisinya terkontrol dengan obat rutin. Selama isoman pun tetap harus rutin minum obat dan memantau saturasi oksigen,” kata dokter yang juga melayani telemedicine di aplikasi Good Doctor ini.

Walau pasien yang menjalani isoman terlihat baik-baik saja, namun ia menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis rutin setiap hari, termasuk suhu tubuh, saturasi, dan tanda-tanda vital lainnya.

Baca juga: Ketahui 2 Tanda Bahaya Pasien Isoman, Segera Bawa ke Rumah Sakit!

Pemantauan kesehatan dan obat yang diminum tetap harus dilakukan lewat konsultasi dengan dokter.

“Biar tidak bingung, kita butuh guide dari dokter, bisa berkonsultasi lewat telemedicine kalau tidak bisa ke rumah sakit,” katanya.

Untuk memudahkan masyarakat menjalani isolasi mandiri, Good Doctor memiliki e-book panduan isolasi mandiri yang bisa diakses melalui akun Instagram Good Doctor https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/covid-19/panduan-isolasi-mandiri-covid-19-2/.

Aplikasi GoodDoctor juga melayani pendaftaran vaksinasi COVID-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.