Kompas.com - 09/09/2021, 16:33 WIB

KOMPAS.com - Manfaat olahraga bagi kesehatan sangatlah beragam. Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati setiap 9 September, penting untuk mengingatkan kembali manfaat olahraga yang bisa kita peroleh jika melakukannya secara rutin.

Adapun tujuan Hari Olahraga Nasional adalah untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya olahraga dalam meningkatkan imunitas tubuh dan sebagai upaya membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

Sayangnya, banyak orang mulai jarang berolahraga setelah satu tahun lebih menghadapi situasi pandemi. Padahal, olahraga di masa pandemi penting untuk membentuk tubuh dan imun yang kuat dalam menghadapi infeksi virus.

"Meski saat ini kita lebih banyak berada dan beraktivitas di rumah, ada baiknya kita tetap berolahraga," ungkap founder Fitnest.id sekaligus Women Fitness Specialist, Marcellina Leonora, seperti dikutip Kompas.com dari keterangan tertulis yang dibagikan oleh Lemonilo Fit Club.

Baca juga: Berapa Lama Harus Olahraga untuk Kurangi Efek Buruk Rebahan?

Manfaat olahraga

Tak hanya menguatkan daya tahan tubuh dan membantu membentuk tubuh, olahraga rutin juga membantu kita terhindar dari gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle).

Apalagi situasi pandemi membuat kita lebih rentan mengalami obesitas dan terserang penyakit.

"Karena kita jarang keluar rumah dan aktivitas kita juga sangat terbatas. Apabila kita bisa meningkatkan aktivitas selama di rumah, maka hal itu akan sangat membantu," kata wanita yang akrab disapa Leony itu.

Olahraga rutin juga membantu kita terhindar dari gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle).SHUTTERSTOCK Olahraga rutin juga membantu kita terhindar dari gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle).
Selain itu, olahraga juga baik untuk otak. Sebab, ada beberapa hormon yang sangat berperan untuk kesehatan otak selama kita berolahraga. Salah satunya adalah dopamin, hormon yang bisa membantu meningkatkan motivasi dan fokus.

Selain itu, hormon endorfin juga membantu menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan rasa bahagia. Hormon endorfin lah yang membuat kita tidak merasa lelah setelah olahraga dan justru merasa lebih segar.

Selain dopamin dan endorfin, hormon serotonin yang dilepaskan ketika berolahraga juga dapat membantu kita lebih bersemangat dan meningkatkan suasana hati.

"Hormon serotonin ini dapat membantu teman-teman yang saat ini bekerja dari rumah menjadi lebih positif, bersemangat, dan produktif," ujarnya.

Manfaat olahraga rutin lainnya yang jarang disadari adalah melancarkan peredaran darah dan memperlancar distribusi oksigen serta nutrisi di dalam tubuh.

"Olahraga juga memiliki pengaruh signifikan bagi hippocampus, karena dapat meningkatkan daya ingat," kata Leony.

Olahraga juga memiliki pengaruh signifikan bagi hippocampus, karena dapat meningkatkan daya ingat.UNSPLASH/VENLIER ANH Olahraga juga memiliki pengaruh signifikan bagi hippocampus, karena dapat meningkatkan daya ingat.
Durasi olahraga per hari

Setelah mengetahui beberapa manfaat olahraga rutin, sebagian orang mungkin bertanya-tanya, berapa sih durasi olahraga per hari yang dianjurkan?

Waktu ideal dan durasi olahraga sebetulnya perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin kita capai.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), olahraga dengan intensitas menengah bisa dilakukan antara 75-150 menit per minggu, sementara olahraga intensitas rendah bisa dilakukan antara 150-300 menit per minggu.

Jika ingin menjaga kesehatan tubuh, Leony menganjurkan durasi olahraga per hari sekitar 30 menit dan dilakukan sebanyak tiga kali seminggu, yang disesuaikan dengan kesibukan harian kita.

Namun, jika punya tujuan spesifik, seperti menurunkan berat badan, memperdalam olahraga tertentu, atau membentuk otot, maka durasi olahraga per hari perlu kembali disesuaikan, begitu pula dengan intensitas latihannya.

Menurut WHO, olahraga dengan intensitas menengah bisa dilakukan antara 75-150 menit per minggu, sementara olahraga intensitas rendah bisa dilakukan antara 150-300 menit per minggu.SHUTTERSTOCK Menurut WHO, olahraga dengan intensitas menengah bisa dilakukan antara 75-150 menit per minggu, sementara olahraga intensitas rendah bisa dilakukan antara 150-300 menit per minggu.
Olahraga tak harus selalu dilakukan pada jam-jam tertentu. Menurutnya, tidak ada perbedaan signifikan antara berolahraga pagi, siang, sore, atau malam. Kita bisa menyesuaikannya dengan waktu senggang yang kita miliki.

"Namun, ketika berolahraga di sore dan malam hari, saya menyarankan untuk melakukan olahraga yang lebih santai dan tidak terlalu intens karena dapat meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga kita akan sulit tidur," ucapnya.

Leony juga mengingatkan pentingnya menjaga rutinitas tidur yang cukup, yakni selama enam hingga tujuh jam setiap malamnya. Selain itu, sertakan rutinitas olahraga dengan pola hidup sehat lainnya, seperti mengonsumsi makanan padat nutrisi, terutama makronutrisi, yakni protein, karbohidrat, dan lemak.

Baca juga: 6 Manfaat Lari di Malam Hari, Pernah Coba?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.