Kompas.com - 05/11/2021, 10:10 WIB
Kendaraan bermotor melintasi Jl. Prof. Dr. Satrio, Karet Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melintasi Jl. Prof. Dr. Satrio, Karet Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

KOMPAS.com - Pria yang sedang menjalani program untuk memiliki anak wajib memperhatikan gaya hidup sehat agar kualitas spermanya meningkat.

Caranya dapat dilakukan dengan berolahraga, mengenakan boxer atau celana dalam yang nyaman dan tidak ketat, makan sayur, berhenti merokok, dan mengurangi minum alkohol.

Selain itu, sebaiknya kurangi berada di tempat yang udaranya berpolusi.

Hal itu diungkapkan dalam studi yang dipublikasikan di Environmental Health Perspectives oleh sejumlah peneliti dari University of Maryland School of Medicine (UMSOM).

Para peneliti mencari hubungan antara bagaimana menghirup udara yang tercemar dapat berdampak pada kesuburan seorang laki-laki.

Untuk menelusuri premis itu, mereka menggunakan tikus sebagai hewan uji coba untuk mengetahui dampak udara berpolusi terhadap sperma tikus.

Baca juga: Apakah Masker Juga Lindungi Kita dari Polusi Udara?

Hasilnya menunjukkan bahwa polusi udara ternyata bisa menurunkan jumlah sperma tikus dengan menyebabkan peradangan di otak.

Mereka yang terlibat dalam penelitian ini mempercayai bahwa hal yang sama bisa terjadi pada manusia.

Jika ingin dilihat hubungan antara jumlah sperma dengan otak, harus diketahui bahwa otak memiliki garis langsung ke organ reproduksi manusia.

Hal ini tentu dapat memengaruhi sejumlah hal, seperti jumlah sperma menurut University of Maryland.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.