Kompas.com - 25/11/2021, 16:07 WIB
Menikmati liburan bisa dilakukan tanpa harus khawatir dengan rusaknya program kebugaran yang sudah dijalani selama ini. PEXELS/PIXABAYMenikmati liburan bisa dilakukan tanpa harus khawatir dengan rusaknya program kebugaran yang sudah dijalani selama ini.

KOMPAS.com - Tak terasa, tahun baru sudah di depan mata. Musim libur pun segera datang.

Meski pandemi Covid-19 masih terus menghantui dunia, namun dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, mengambil waktu libur untuk diri sendiri atau pun bersama keluarga tetap bisa dilakukan.

Namun, bagi sebagian orang yang terbiasa hidup terukur dan teratur dengan aktivitas kebugaran, hari libur membawa kekhawatiran soal konsistensi dan hancurnya program latihan.

Apalagi, di saat liburan panjang, bukan hanya intensitas latihan yang terhenti, namun godaan menyantap makanan enak dalam jumlah besar pun amat mungkin terjadi.

Baca juga: Pahami, 5 Hal Penting Sebelum Latihan Kebugaran

Kendati demikian, Mike Matthews, pendiri dan CEO perusahaan kebugaran dan suplemen Legion Athletics yang juga pembawa acara podcast kebugaran Muscle for Life, berpendapat lain. 

Menurut dia, meluangkan waktu untuk bersenang-senang bisa dilakukan, tanpa harus kehilangan capaian dari kerja keras yang sudah ada. 

“Kita bisa mengambil waktu untuk beristirahat."

"Banyak orang tidak menyadari, menghentikan latihan selama seminggu dan makan lebih banyak, sulit untuk mengakibatkan banyak kerusakan,” kata Matthews.

Namun, dia mengingatkan, hal yang dapat menggagalkan segala program justru adalah kecemasan yang menhantui.

Kecemasan untuk terus menghitung kalori, atau tetap pergi ke gym saat waktu libur bersama keluarga.

Menurut dia, ini adalah tanda-tanda kekakuan yang berlebihan, yang justru dapat merusak kemajuan, dan menyebabkan munculnya rasa bersalah.

Dia mengatakan, sebaliknya pikirkan tentang tujuan jangka panjang dan berkelanjutan dari program latihan yang sudah dijalani.

Matthews lalu menyarankan untuk merencanakan relaksasi dan kesenangan selama liburan sehingga pada saatnya nanti kita memiliki lebih banyak energi untuk kembali berolahraga.

Menyusun rencana

Matthews mengatakan, jika khawatir bakal menjadi rentan dan tersiksa dengan rasa bersalah, atau pun kecemasan terkait dengan liburan, maka mungkin akan membantu jika kita mulai memikirkan rencana sebelumnya.

Baca juga: Perbedaan Mobilitas dan Fleksibilitas Kebugaran

Sehingga nantinya akan lebih mudah untuk melepaskan tekanan saat menjalani liburan, tanpa pusing dengan jadwal olahraga dan menu diet.

“Gangguan liburan bakal terjadi karena banyak orang terlalu khawatir untuk menyimpang dari rutinitas, dan kemudian merasa bersalah."

"Padahal, disadari atau tidak, kondisi inilah yang justru bakal menyebabkan lebih banyak gangguan,” kata dia.

Kita dapat mempersiapkan acara besar dengan makan lebih banyak makanan sehat di pagi hari -misalnya.

"Ini akan mengurangi stres, dan hidangan dalam liburan pun bakal terasa lebih 'menyenangkan'," kata dia.

"Prioritaskan protein sebelumnya," sambung Matthews.

  • Istirahat tak akan ganggu program

Matthews menyebut, adalah hal umum untuk percaya bahwa liburan dapat merusak tujuan kebugaran.

"Skenario terburuk tidak relevan adalah ketika kita berbicara tentang satu kali makan," kata dia.

Bahkan jika kita melakukan riset, tubuh dapat beradaptasi dengan makanan lezat, atau pun jadwal makan.

Jadi, ada banyak hal yang bisa salah, tetapi memang, mungkin akan ada masalah jika satu peristiwa berubah menjadi "istirahat" selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Baca juga: Intip, Latihan Kebugaran Gabrielle Union di Usia 48 Tahun

Cukup hindari masalah jangka panjang, dengan memastikan kebiasaan kita tetap kuat, baik dalam komitmen maupun konsistensi.

Kemudian, beri diri "izin" untuk bersantai, dan memastikan kita akan kembali segar dan "diisi ulang".

“Ketika kita membangun momentum dengan tetap berpegang pada kebiasaan, maka kita mungkin berharap untuk kembali ke rutinitas."

Sementara itu, kita tetap bisa menikmati kenikmatan liburan. 

  • Jangan "berusaha" terlalu keras

Jebakan liburan lainnya adalah berpikir bahwa kita perlu mengimbangi momen tersebut dengan berolahraga, bahkan lebih keras.

"Saya tidak menjadikannya sebagai prioritas - jika cocok, ya cocok," kata dia.

Ini adalah ide yang lebih baik untuk memanfaatkan kesenangan. Lagi pula, itu hanya terjadi sekali dalam setahun kalender, bukan? 

Jika kita benar-benar menyukai olahraga, kita dapat menemukan cara untuk menggabungkan aktivitas santai, seperti jalan cepat setelah makan malam."

"Jika kita tidak dapat melakukan latihan normal, kita hanya perlu tetap aktif, bahkan hanya berjalan kaki, itu membuat perbedaan," kata Matthews.

"Kita tidak harus sempurna dengan semua ini, kita hanya harus cukup baik di sebagian besar waktu," sebut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.