Kompas.com - 29/11/2021, 17:00 WIB
Gambar tiga dimensi pertama dari Covid-19 varian Omicron menunjukkan lebih banyak mutasi daripada varian Delta. Gambar yang tampak seperti peta ini diproduksi dan diterbitkan oleh rumah sakit Bambino Gesu yang terkenal di Roma, Italia, Minggu (28/11/2021). AFP via FRANCE24Gambar tiga dimensi pertama dari Covid-19 varian Omicron menunjukkan lebih banyak mutasi daripada varian Delta. Gambar yang tampak seperti peta ini diproduksi dan diterbitkan oleh rumah sakit Bambino Gesu yang terkenal di Roma, Italia, Minggu (28/11/2021).

KOMPAS.com - Varian Omicron yang merupakan mutasi terbaru dari Covid-19 kini sedang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penelitian tengah dilakukan pada virus ini untuk memastikan bahayanya dibandingkan varian lain.

Varian Omicron dilaporkan memiliki gejala yang lebih ringan, termasuk tidak ada tanda kehilangan indera penciuman dan perasa pada pasiennya.

Namun, banyak yang menduga penyebarannya bisa lebih cepat, bahkan dibandingkan varian Delta.

Hal ini tentunya membuat banyak orang kembali khawatir mengenai pandemi yang kondisinya tak juga mereda.

Baca juga: 5 Fakta Penting soal Mutasi Terbaru Covid-19, Varian Omicron

Terlebih lagi, sejumlah negara sudah mulai mengendurkan aturannya terkait soal pandemi termasuk mengizinkan aktivitas perkantoran dan tatap muka di sekolah.

Dikutip dari akun edukasi kesehatan, @pandemictalks, varian baru disebut karena virus mendapatkan peluang untuk bermutasi ketika berkembang biak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pandemic Talks (@pandemictalks)

Peluang terbentuknya mutasi semakin meningkat setiap virus berpindah inang.

Satu-satunya cara melawan mutasi yakni dengan cara meminimalisasi peluang tersebut.

Hal ini bisa dilakukan dengan memutus mata rantai dan penularan virus di antara makhluk hidup.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.