Kompas.com - 07/12/2021, 19:30 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Saat kita menjatuhkan makanan ke lantai, biasanya kita buru-buru membersihkan dan menyantap makanan itu karena belum lima detik berada di lantai.

Hal ini berangkat dari kepercayaan banyak orang bahwa jika makanan terjatuh ke lantai hanya beberapa detik, maka kuman dan bakteri tidak memiliki kesempatan untuk mengontaminasi makanan tersebut.

Aturan lima detik pada dasarnya bukan persoalan penting atau mendesak yang harus diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan.

Namun mengingat banyak orang melakukannya, patutlah kita bertanya: amankah mengambil kembali makanan yang sudah terjatuh ke lantai? Atau aturan lima detik itu hanyalah mitos?

"Tentu saja, jika kita menjatuhkan sesuatu ke tanah, benda itu dapat menyentuh kuman. Dan jika kita memakan kuman tersebut, kita akan sakit," kata Don Schaffner, spesialis penyuluhan dan profesor di departemen ilmu pangan di Rutgers University.

Meski begitu tidak semua permukaan sama. Ada tempat yang bersih, namun ada juga tempat yang kotor dan mengandung banyak kuman.

Karenanya aturan memakan makanan yang jatuh sebelum lima detik tidak bisa diterapkan sama rata.

Asal usul "aturan lima detik"

Tidak ada yang mengetahui pasti dari mana aturan lima detik berasal.

Namun ada dugaan, aturan tersebut terkait dengan penguasa Mongolia abad ke-13, Genghis Khan.

Hal ini diungkapkan Paul Dawson, seorang profesor di departemen makanan, nutrisi, dan ilmu pengemasan di Clemson University.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.